Pemerintah Siapkan Lahan Pertanian Berkelanjutan Seluas 1500 Hektar

by
2 Agustus 2024
Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, memanen padi dengan alat yang bisa langsung memilah antara batang dan benih. (Foto : Suroto/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menetapkan 1.500 hektar lahan pertanian berkelanjutan sebagai lumbung pangan di Kota Banjarbaru dan sudah di Perdakan.

Itu disampaikan oleh orang nomor satu di Banjarbaru saat panen padi di Handil Kia’i Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Rabu (31/07/2024).

“Penetapan laham itu dalam rangka pemerintah melindungi para petani agar selalu tersedia lahan pertanian, dan termasuk juga kita memastikan bahwa kebutuhan masyarakat Banjarbaru terpenuhi. Artinya kami ingin bahan makanan ini masih bisa disuplai dari daerah kita sendiri,” katanya.

Untuk mendukung suksesnya para petani dalam bekerja, dalam kesempatan itu Wali Kota menyerahkan bantuan berupa mesin panen padi, traktor mini, pompa air, ia ingin mesin tersebut dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh para petani

“Hari ini kita menyerahkan beberapa bantuan dan kita berharap bantuan bantuan ini terus dijaga, terus dirawat, agar penggunaannya bisa panjang, umurnya bisa panjang, sehingga banyak manfaat dari barang yang diserahkan,” imbuhnya.

Ada sekitar 872 hektare, lahan pertanian di Handil Kia’i Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka, ada sebanyak 18 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Maju Makmur.

“Dengan bertambahnya penduduk Kota Banjarbaru saat ini sekitar 20.000 jiwa lebih, itu pertambahannya sangat banyak. Sehingga dari 20.000 ini mungkin ada yang buka rumah, dan lain-lain, sehingga lahan pertanian juga berkurang. Saya berpesan kepada di Kelurahan Bangkal masih banyak lahan pertanian, jangan sampai lahan lahan ini beralih fungsi, kita ingin pertanian kita tetap lestari, tetap terjaga,” harapnya.

Sementara itu, Supian Ilmi yang merupakan Ketua Gapoktan Maju Makmur mengatakan ada 8 jenis padi yang audah muali dioanen pada bulan Juni lalu.

“Yang sudah dilakukan panen pada akhir bulan Juni tadi itu berkisar 4 ton per hekta macam-macam produktivitas untuk wilayah Kelurahan Bangkal ini” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa di Handil Kiai para petani menanam padi unggul 7 hektar dan saat ini ada yang panen dan ada yang sudah mulai tanam kembali.

“Alhamdulillah dengan adanya batuan alat tentunya para petani tidak susah lagi memanen padi maupun menggemburkan tanah,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)