Sanggar Sekar Jayashree Juarai Lomba Tari Keistimewaan DIY

by
14 September 2024
Penyelenggaraan Lomba Tari Keistimewaan dalam Puncak Peringatan 12 Tahun Pengesahan UU Keistimewaan DIY di Alun-alun Wates (Foto Dokumentasi Humas Kominfo Kulon Progo/ newsway.id)

NEWSWAY.ID, YOGYAKARTA – Sanggar Sekar Jayashree dari Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai juara pertama Lomba Tari Keistimewaan DIY tahun ini.

Sementara di posisi runner up, ada Sanggar Angin-angin dari Kota Yogyakarta.
Penobatan juara Lomba Tari Keistimewaan tersebut mewarnai acara Puncak Peringatan 12 Tahun Pengesahan UU Keistimewaan DIY di Alun-alun Wates, Kulon Progo, DIY, Kamis (12/9/2024).

Meski menjadi tuan rumah, Kulon Progo menjadi juara ketiga lomba tari tersebut melalui penampilan Sanggar Tari Langit Alang-alang.
Kegiatan bertajuk Gebyar Musik Istimewa ini berhasil menyedot antusiasme masyarakat.

Ribuan orang memadati Alun-alun Wates untuk menyaksikan kemeriahan acara tersebut. Apalagi, di lokasi juga digelar Pameran Ekonomi Kreatif yang diikuti 26 Desa Wisata se-Kulon Progo.

Hadirnya bintang tamu Ndarboy pun semakin menyemarakkan suasana malam perayaan tersebut.

“Peringatan pengesahan UU Keistimewaan DIY ini kami gelar selama 30 hari,” kata Paniradya Pati Kaistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho.

Dipilihnya Kulon Progo sebagai lokasi puncak acara peringatan 12 tahun UU Keistimewaan DIY lantaran pada 12 September Kulon Progo juga memiliki kegiatan-kegiatan yang dapat disinergikan dengan peringatan UU Keistimewaan.

Lomba Tari Keistimewaan DIY (Foto Dokumentasi Humas Kominfo Kulon Progo/ newsway.id)

Selama 30 hari penyelenggaraan, lebih dari 487 event dirangkai menjadi satu kesatuan.

“Kulon Progo kami lihat sebagai daerah yang harus bisa menggeliat dengan dana keistimewaan,” tegas Aris.

Selain Lomba Tari Keistimewaan, dalam kesempatan yang sama juga digelar penganugerahan lomba kreativitas berupa Lomba Garap Gendhing Keistimewaan.

Mahasiswa Cinta Karawitan (MCK) dari Kabupaten Bantul dinobatkan sebagai juara pertama, disusul Pawitakarta dari Kota Yogyakarta dan Cahyo Pepajar dari Kabupaten Sleman.

Pj Bupati Kulon Progo, Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, usia 12 tahun UU Keistimewaan DIY memerlukan komitmen seluruh masyarakat untuk bersatu, bersinergi dan berkolaborasi.

Keberadaan regulasi tersebut dinilai semakin mengukuhkan posisi dan peran DIY sebagai daerah yang istimewa.

“Sebab UU Keistimewaan tidak hanya sebagai produk hukum, melainkan sebuah pengakuan terhadap kekayaan budaya, sejarah dan nilai-nilai lokal yang telah menjadi bagian dari identitas DIY,” jelasnya.

Siwi kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi membangun Kulon Progo menjadi lebih baik. Daerah ini didorong untuk menjadi lebih bermartabat, berbudaya dengan dan beretika.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)