Truk Gagal Menanjak di Desa Ju’uh Balangan, Sopir Tewas Terjebak di Sungai

by
30 Agustus 2025
Evakuasi dump truk yang terjun ke sungai di perbatasan Desa Ju’uh dan Desa Nungka, Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan. (Foto: istimewa/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Balangan. Insiden tragis terjadi di perbatasan Desa Ju’uh dan Desa Nungka, Kecamatan Tebing Tinggi, pada Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 05.30 WITA.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kecelakaan ini dialami oleh KH, sopir dump truk yang melintas bersama sejumlah kendaraan truk lainnya di jalur tersebut. Saat melintasi tikungan menuju tanjakan, KH sempat gagal menanjak hingga kehilangan kendali. Kendaraan yang dikemudikannya mundur kencang dan menabrak truk lain yang berada di belakangnya.

Akibat benturan keras, dump truk yang dikemudikan KH langsung terguling dan jatuh ke sungai di sisi jalan. Sementara truk kedua yang tertabrak bagian belakang sempat terhantam dan terperosok masuk ke got.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kasat Lantas Polres Balangan, IPTU Didik Kusmini, membenarkan peristiwa ini. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika truk pertama gagal menanjak dan melorot mundur.

“Truk pertama gagal menanjak, lalu mundur ke belakang dan menabrak truk kedua,” jelas IPTU Didik.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Benturan itu membuat dump truk KH terguling ke sungai. Sopir malang tersebut terjebak di dalam kabin dan tidak sempat menyelamatkan diri.

“Pengemudi truk kedua meninggal dunia karena terjebak di dalam kendaraan yang terguling ke sungai. Korban dinyatakan meninggal di lokasi,” terang IPTU Didik.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Sementara itu, sopir truk yang tertabrak berhasil menyelamatkan diri tanpa luka serius. Hingga Jumat sore, proses evakuasi bangkai kendaraan dan jenazah korban masih dilakukan aparat kepolisian dibantu warga sekitar.

Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden di jalur yang menghubungkan Desa Ju’uh dan Desa Nungka tersebut. Lokasi memang dikenal rawan lantaran kondisi jalan yang sempit, tanjakan curam, dan langsung berbatasan dengan sungai tanpa adanya pagar pengaman.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~
~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kepala Desa Ju’uh, Fathurrahman, menyebutkan jalur itu kerap menimbulkan kecelakaan, meski sebagian besar hanya melibatkan kendaraan roda dua.

“Di sini sudah sering terjadi kecelakaan. Pernah ada motor yang jatuh ke sungai, ada juga mobil yang hampir terperosok. Tapi hari ini yang paling parah, karena baru kali ini ada truk yang langsung terjun ke sungai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, posisi jalan di tepi jurang dengan sungai di bawahnya membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Ketiadaan pagar pembatas jalan semakin memperbesar risiko kecelakaan.

Menurutnya, pihak desa sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan, namun kewenangan berada di tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Dari desa sudah mengusulkan. Tapi karena ini jalur antar kecamatan, maka pengajuan perbaikan harus lewat kecamatan dulu ke kabupaten,” jelas Fathurrahman.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar lebih waspada ketika melewati jalur menanjak dan sempit. Polisi mengimbau para sopir untuk selalu memastikan kondisi kendaraan prima serta menjaga jarak aman saat melintas di jalur rawan kecelakaan. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog