NEWSWAY.CO.ID, BARABAI – Momen langka terjadi di Bulau Sarigading, Kecamatan Barabai, Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 11.30 Wita. Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Samsul Rizal, turun tangan mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah setempat.
Momen ini terjadi saat Bupati dalam perjalanan pulang dari acara Maulid Nabi di Desa Banua Supanggal, Kecamatan Pandawan. Seorang saksi, Maskuri, menceritakan kesigapan Bupati yang langsung berhenti begitu melihat adanya kecelakaan.
“Beliau melihat ada kecelakaan, langsung berhenti,” kata Maskuri.
Tanpa diduga, Bupati langsung membantu mengangkat dan mengevakuasi korban kecelakaan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban kecelakaan ini adalah Nor Ilahi, warga Desa Buluan RT 05 RW 05, Kecamatan Pandawan. Ia baru keluar dari RSUD H Damanhuri Barabai.
Dugaan sementara, kondisi fisik korban kurang fit hingga membuatnya kehilangan kendali saat berkendara. Ia terjatuh setelah menabrak pengendara lain di depannya.
Nor Ilahi segera dibawa kembali ke Instalasi Gawat Darurat RSUD H Damanhuri dengan menggunakan ambulans.
Aksi Bupati HST yang turun langsung dalam proses evakuasi korban kecelakaan menuai sorotan. Sebab hal itu tidak dibenarkan dalam aturan kesehatan.
Dihubungi terpisah, Petugas Medis dari PMI Kulon Progo, DIY, Wisnu Rangga menegaskan, mengangkat korban kecelakaan tanpa teknik yang benar justru sangat berbahaya. Sebab, bisa memperparah cedera seperti tulang belakang atau leher serta berisiko kelumpuhan permanen bahkan kematian.
“Teknik yang tidak benar bisa menimbulkan cedera parah pada saraf napas hingga membuat korban tidak bisa bernapas,” kata Rangga.
Mengangkat korban kecelakaan secara sembarangan, lanjut Rangga, bisa menimbulkan cedera tambahan atau memperburuk kondisi korban.
“Sebaiknya, hubungi layanan darurat medis setempat dan bersabar menunggu bantuan datang,” tegas Rangga. (nw)
