NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Dalam upaya memperkuat transformasi digital di tingkat daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Komdiphoria yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Muhammad Syarifuddin, dan dihadiri langsung oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistiyadi Budi.
Kegiatan yang digelar di Banjarbaru ini diikuti oleh perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan tersebut, BSSN bersama Pemprov Kalsel memberikan penghargaan kepada daerah-daerah terbaik dalam dua kategori, yakni pembentukan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dan penerapan Indeks Keamanan Informasi (KAMI).
Untuk kategori Indeks KAMI, tiga daerah terbaik diraih oleh Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarmasin. Sementara untuk kategori pembentukan tim CSIRT tercepat, penghargaan diberikan kepada Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kota Banjarmasin.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI Nugroho Sulistiyadi Budi bersama Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, didampingi Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim.

Dalam sambutannya, Kepala BSSN RI Nugroho Sulistiyadi Budi mengapresiasi komitmen Pemprov Kalsel yang dinilainya serius dalam membangun sistem pemerintahan digital yang aman dan modern.
“Provinsi Kalsel termasuk yang tercepat membentuk tim CSIRT baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Di Indonesia, baru enam provinsi yang memiliki tim CSIRT lengkap di seluruh tingkatan pemerintah, dan Kalsel menjadi provinsi kedua tercepat. Bahkan, Kalsel menjadi provinsi pertama yang melaksanakan penilaian indeks kematangan keamanan informasi di semua level pemerintahan,” ungkap Nugroho, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, capaian ini mencerminkan kesigapan dan responsivitas pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik yang efisien, cepat, mudah, serta aman. Ia menegaskan bahwa BSSN siap bersinergi dengan Pemprov Kalsel untuk memperkuat infrastruktur digital di wilayah tersebut.
Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin dalam sambutannya menegaskan, pentingnya digitalisasi dalam reformasi birokrasi. Ia menyebut transformasi digital menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Hal ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera, serta grand design Reformasi Birokrasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045. Melalui forum ini, saya berharap lahir rumusan yang jelas untuk percepatan digitalisasi daerah, sehingga layanan publik hadir dengan standar lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan tetap aman,” ujar Syarifuddin.
Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhamad Muslim menjelaskan, Rakerda dan Komdiphoria tahun ini diarahkan untuk mendorong sinergi antardaerah dalam penguatan layanan publik berbasis digital.
“Kegiatan ini juga dirangkai dengan sejumlah agenda strategis dan materi dari narasumber Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB, serta BSSN RI. Diharapkan, forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan layanan publik yang lebih transparan, berkualitas, dan adaptif terhadap era digital,” pungkas Muslim. (nw)
