NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Sejarah baru akan tercipta di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Untuk pertama kalinya sejak dibangun pada tahun 1936, bandara yang terletak di Banjarbaru ini akan melayani penerbangan internasional reguler. Mulai 20 Oktober 2025, maskapai AirAsia membuka rute langsung Banjarmasin–Kuala Lumpur yang dijadwalkan terbang empat kali sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.
Penerbangan perdana ini terasa istimewa karena Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dijadwalkan ikut serta sebagai penumpang dalam penerbangan menuju Kuala Lumpur. Antusiasme masyarakat juga tinggi. Dari 180 kursi yang tersedia, sebanyak 150 tiket keberangkatan telah terjual, dan sekitar 50 penumpang tercatat akan tiba di Banjarmasin dari Kuala Lumpur.
General Manager Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyatakan seluruh fasilitas bandara untuk keberangkatan dan kedatangan internasional telah siap sepenuhnya.
“Kami sangat antusias menyambut penerbangan internasional perdana ini,” ujarnya, Kamis (16/10/2025) lalu.

Namun, di tengah euforia pembukaan rute baru tersebut, publik diingatkan untuk waspada terhadap wabah influenza yang tengah merebak di Malaysia. Laporan dari Kementerian Kesehatan Malaysia menyebutkan bahwa sekitar 6.000 pelajar mengalami gejala Influenza Like Illness (ILI) dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah sekolah bahkan ditutup sementara untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Selama pekan epidemiologi ke-40, tercatat 97 klaster influenza di Malaysia melonjak tajam dibanding 14 klaster pada pekan sebelumnya. Sekolah telah diminta memperketat penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan pembatasan kegiatan berkelompok.
Beberapa wilayah seperti Johor, Melaka, dan Kedah kini berada dalam status siaga.
• Di Johor, ditemukan sembilan klaster flu, namun otoritas setempat memastikan kondisi masih terkendali.
• Di Melaka, satu sekolah di Alor Gajah yang sempat terdampak kini dinyatakan aman.
• Sementara di Kedah, 28 pelajar di Kuala Muda dilaporkan menunjukkan gejala ringan.
Meski kasus meningkat, Kementerian Kesehatan Malaysia menegaskan belum ditemukan kasus flu burung pada manusia dan belum terjadi lonjakan signifikan kasus influenza secara nasional. Rumah sakit swasta juga masih beroperasi normal.
Staf Humas Bandara Internasional Syamsudin Noor Venita Astario mengatakan, penerbangan dari Kalimantan Selatan menuju Kuala Lumpur Malaysia masih terjadwal pada 20 oktober 2025.
“Sampai saat ini masih sesuai schedule penerbangan perdana pada tanggal 20 oktober 2025 ini, belum ada perubahan,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Sabtu (18/10/2025).
Meskipun situasi flu di Malaysia belum termasuk kategori darurat, pemerintah dan masyarakat diimbau memperketat protokol kesehatan, terutama bagi pelaku perjalanan internasional.
Penerbangan perdana ini menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Selatan dalam memperluas konektivitas global. Namun, keberhasilannya juga akan bergantung pada kesiapsiagaan semua pihak dalam mencegah potensi penyebaran penyakit. Dengan komitmen terhadap standar kesehatan dan keselamatan, rute baru ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi publik. (nw)
