Lewat Inovasi Ice Win, Kalapas Doni Hardiansyah Berhasil Turunkan Overkapasitas Lapas Kotabaru

by
10 November 2025
Kepala lapas Kotabaru DONI HANDRIANSYAH, SH., M., SI (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru fokus menjalankan berbagai program pembinaan yang berdampak langsung bagi warga binaan, mulai dari rehabilitasi narkoba hingga pelatihan kemandirian.

Kepala Lapas Kotabaru Doni Hardiansyah mengungkapkan, sebuah inovasi bernama ‘Ice Win’ (Integrasi Cepat Warga Binaan) bahkan berhasil menekan angka over kapasitas secara drastis.

“Selain rehabilitasi, kami ada inovasi ‘Ice Win’, yaitu integrasi cepat warga binaan. Jadi kami menjemput bola, kami menarik data kepada seluruh warga binaan yang sudah bisa mengikuti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan lain sebagainya, untuk segera diproses,” jelas Doni Hardiansyah, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, inovasi ini memberikan efek signifikan terhadap jumlah penghuni.

“Efeknya, overkapasitas sekarang menurun. Dari jumlah warga binaan pertama kali saya masuk di sini jumlahnya 580, kemudian kita juga menerima pindahan dari Banjarmasin, dari Batu Licin, dari Karang Intan, berkat inovasi ‘Ice Win’, jumlah warga binaan saat ini turunnya drastis (menjadi) 499,” paparnya.

Kalapas menjelaskan, program pembinaan utama yang kini berjalan adalah rehabilitasi pemasyarakatan yang difokuskan khusus untuk perkara narkoba. Bulan lalu, program ini telah merehabilitasi 100 WBP, dan saat ini sedang berlangsung gelombang kedua yang diikuti oleh 150 WBP.

Di samping itu, Lapas Kotabaru juga gencar melaksanakan program kemandirian untuk membekali WBP dengan keterampilan.

“Kita ada produk unggulan kita yaitu kain sasirangan. Kita produksi kain sasirangan, sudah ada beberapa instansi yang memesan,” ujarnya.

Beberapa mitra yang telah menjalin kerja sama antara lain PT Guthrie, Dinas Perikanan, dan PT Arutmin yang secara rutin memesan seragam lapangan.

Doni Hardiansyah menegaskan bahwa strategi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman adalah dengan memaksimalkan pembinaan.

“Pembinaan kita ini benar-benar padat kegiatannya. Itu salah satu mencegah gangguan keamanan adalah dengan memberikan pembinaan yang maksimal kepada warga binaan, sehingga tidak ada waktu dia untuk berpikir hal-hal yang negatif,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Lapas Kotabaru aktif menggandeng berbagai pihak. Kolaborasi dijalin dengan Dinas Perpustakaan untuk layanan literasi dan perpustakaan keliling, serta Kementerian Agama untuk pembinaan keagamaan.

Dukungan dari pihak swasta juga mengalir, seperti PT Arutmin yang memberikan pelatihan menjahit, dan PT Guthrie yang membantu penyaluran produk UKM (amplang, keripik) serta menyumbangkan minyak goreng untuk kegiatan pembinaan.

“Di tengah keterbatasan, itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berkreasi dan berinovasi,” kata Doni.

“Berkat sinergi yang luar biasa antara pemerintah daerah maupun swasta, semua jadi mudah,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai harapannya ke depan, Kalapas Doni Hardiansyah memiliki satu keinginan besar demi optimalisasi pembinaan.

“Harapan saya ke depan, Lapas Kotabaru mendapatkan lahan dari pemerintah daerah Kabupaten Kotabaru untuk relokasi. Harapannya itu, agar pembinaan bisa lebih maksimal lagi,” tutupnya.(nw)

Reporter : Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog