Jawab Isu Pengurangan Kuota, SPBN Saijaan: Stok Akhir Tahun Terbatas, Pembagian Sudah Disosialisasikan

by
11 November 2025
SPBN Saijaan Kotabaru ( Rizal/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Supian, pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Saijaan, angkat bicara menanggapi pemberitaan miring soal pengurangan kuota BBM untuk nelayan. Ia menyayangkan informasi tersebut beredar tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihaknya di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.

“Kami kaget ada pemberitaan itu. Padahal pengumuman (pengurangan 100 liter) sudah kami sampaikan,” ujar Supian, Senin (10/11/2025).

Ia menjelaskan, kuota akhir tahun dari AKR pusat memang menipis. “Sisa stok hanya 28 tangki untuk November-Desember. Itu harus dibagi agar semua nelayan tetap mendapat jatah hingga akhir tahun,” terangnya.

Supian merinci, kebijakan pengurangan ini murni karena keterbatasan stok. SPBN Saijaan saat ini melayani sekitar 1.800 nelayan, 600 di antaranya adalah nelayan kecil. Sementara kuota tahunan sebesar 150 kiloliter sudah menipis.

“Kalau semua nelayan mengambil sekaligus, jelas tidak cukup. Karena itu kami berusaha membagi seadil-adilnya agar semua tetap kebagian,” ujarnya.

Supian juga membantah tuduhan bahwa proses ini tidak transparan. Ia menegaskan data kuota tersedia di Dinas Perikanan dan AKR. “Pengurangan kuota sudah diumumkan melalui grup resmi nelayan, jadi tidak benar jika disebut tidak ada sosialisasi,” tegasnya.

Ia pun berharap media dapat menjalankan fungsi kontrol secara berimbang dan objektif. Supian menekankan pentingnya konfirmasi sebelum mempublikasikan berita agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat.

“Media seharusnya konfirmasi dulu ke kami atau ke instansi terkait. Jangan sampai berita simpang siur membuat masyarakat salah paham. Kami terbuka,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Supian mengingatkan kuota BBM selalu dinamis, menyesuaikan jumlah nelayan terdaftar. Jika nelayan bertambah, kuota akan diupayakan penambahannya melalui koordinasi dengan BPH Migas dan instansi terkait.

“Target idealnya nelayan bisa mendapat 200 liter. Harapan kami, ke depan kuota bisa kembali normal agar nelayan lebih tenang,” tutupnya.

Supian menegaskan komitmen SPBN Saijaan untuk tetap transparan dan berupaya adil dalam mendistribusikan sisa stok BBM. Ia mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (nw)

Reporter : Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog