NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar tengah membangun sebuah dermaga sederhana untuk kapal kecil di Desa Dalam Pagar. Proyek yang menggunakan konstruksi kayu ulin ini ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2025.
Kepala Dishub Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana mengatakan, pembangunan dermaga mulai dikerjakan sejak awal November melalui kontrak kerja selama 45 hari. Nilai kontrak proyek ini tercatat sebesar Rp194.673.909, menggunakan anggaran perubahan tahun 2025.
“Dermaga ini konstruksinya dari kayu ulin. Bentuknya sederhana, tapi fungsinya sangat penting bagi masyarakat yang masih mengandalkan transportasi sungai,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/11/2025).
Nyoman mengatakan, dermaga ini akan mempermudah aktivitas warga yang menggunakan kapal atau perahu, termasuk saat pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti Haul Sekumpul maupun Haul Datu Kelampaian. Selama ini banyak kapal kesulitan menurunkan penumpang karena tidak adanya tempat sandar yang layak.
“Nantinya kapal-kapal bisa merapat di kawasan itu. Dermaga ini juga menjawab usulan masyarakat yang sudah lama meminta fasilitas tersebut,” jelasnya.
Untuk ukuran dermaga, Dishub menyesuaikannya dengan kondisi lapangan, terutama kedalaman pasak sungai. Estimasinya sekitar 4×8 meter, namun bisa berubah mengikuti kondisi dasar sungai. Di Desa Dalam Pagar sendiri, kedalaman sungai dinilai tidak terlalu ekstrem sehingga ukuran diperkirakan masih ideal.
Nyoman menegaskan, dermaga akan sepenuhnya terbuka dan gratis digunakan masyarakat. Dishub meminta dukungan aparat desa dan warga setempat untuk ikut merawat fasilitas tersebut.
“Masyarakat yang menggunakan akan ikut menjaga. Kalau ada kerusakan berat, nanti bisa dikoordinasikan untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Selain Desa Dalam Pagar, Dishub Banjar juga merencanakan pembangunan beberapa dermaga lain pada 2026, di antaranya di kawasan Kampung Melayu/Pekauman, Sungai Tabuk dan Aluh-Aluh. Lokasi-lokasi ini dipilih karena masih tingginya penggunaan transportasi sungai oleh masyarakat.
“Pertimbangan utama karena kebutuhan warga. Banyak kapal yang tidak bisa menaikkan penumpang di titik-titik tertentu, jadi fasilitas ini sangat diperlukan,” jelas Nyoman.
Ia berharap dermaga baru di Desa Dalam Pagar dapat segera membantu mobilitas masyarakat dan mendukung kelancaran kegiatan besar yang rutin digelar setiap tahun.(nw)
