Disparpora Kotabaru Tetapkan 13 Desa Wisata, Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal dan Kreativitas Pemuda

15 November 2025
Kepala Disparpora Kotabaru, Sony Tua Halomoan ( Foto Rizal/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) secara resmi menetapkan 13 desa sebagai desa wisata pada 10 November 2025.

Penetapan ini tertuang dalam Peraturan Bupati sebagai langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran, sekaligus mendorong kemandirian desa dalam mengelola potensi wisata yang berbasis alam, budaya, dan kreativitas masyarakat.

Kepala Disparpora Kotabaru Sony Tua Halomoan mengatakan, pengembangan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik destinasi, tetapi juga pada pembentukan karakter desa dan peningkatan daya saing lokal.

“Program ini bukan hanya membangun destinasi, tapi membangun kemandirian desa agar mampu mengelola potensi secara berkelanjutan,” kata Sony.

Disparpora juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai pilar penting pembangunan pemuda. Dari 17 subsektor yang diakui, pemuda Kotabaru telah menunjukkan kiprah melalui film lokal, diantarnya yaitu “Kota Saranjana” dan “Begandang Nyiru” serta beberapa film lainya.

“Anak muda adalah penggerak inovasi. Tugas kami adalah memberi ruang dan arah agar kreativitas mereka tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tambahnya.

Tak hanya itu, Disparpora Kotabaru juga menekankan pentingnya branding daerah sebagai bagian dari strategi pariwisata. Kotabaru ditargetkan menjadi destinasi yang ramah, bersih, dan nyaman.

Kawasan wisata Siring Laut menjadi contoh sukses. Menurutnya tanpa tambahan infrastruktur besar, kawasan ini tetap ramai karena kebersihan dan kenyamanan yang dijaga masyarakat.

“Wisata bukan soal kunjungan pertama, tapi bagaimana membuat orang ingin kembali. Branding yang kuat dimulai dari masyarakat yang ramah dan lingkungan yang tertata,” tuturnya.

Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan keramahan sebagai bagian dari budaya pariwisata.

“Pariwisata adalah kekuatan ganda: menarik kunjungan dan mendorong pembangunan. Ketika destinasi tumbuh, tentunya ekonomi masyarakat akan meningkat.

Dengan penetapan 13 desa wisata, penguatan ekonomi kreatif, dan strategi branding yang terarah, Kotabaru menegaskan diri sebagai destinasi unggulan Kalimantan Selatan.

Pemerintah optimistis pariwisata akan menjadi pilar utama pembangunan ekonomi sekaligus identitas daerah, menggerakkan Kotabaru menuju masa depan yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Sebagai bagian dari strategi pembangunan, 13 desa wisata diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu

  1. Kategori Maju – Desa Sarang Tiung (Bukit Mamake, Bukit Bapake, Kampung Nelayan, Pantai Gedambaan), Desa Teluk Gosong (Pantai: Canda Udara Kasih, Aluh Bulan, Cengkeh, Bakau, Hambawai, Karindangan, Kupu-kupu, Teluk Gosong)
  2. Kategori Berkembang
    – Desa Teluk Tamiang (Pantai Teluk Tamiang), Desa Sebelimbingan (Ekowisata Hutan Meranti, Air Terjun Tumpang Dua), Desa Batuah (Air Terjun Kamandamin, Air River Tubing, Goa Basiput, Materanu, Riam Sitanggak)
  3. Kategori Rintisan.
    – Desa Cantung Kiri Hulu (Goa Liang Wayang, Air Terjun Mandin Marangsai), Desa Sungai Bulan (Pantai Sungai Bulan), Desa Tanjung Pangga (Pantai Tanjung Pangga), Desa Pulau Kerayaan (Kerayaan Beccu), Desa Gendang Timburu (Mahingau Rocky Hills), Desa Batang Kulur (Goa Liang Udud), Desa Cantung Kiri Hilir (Batu Peleburan Besi Peninggalan Sejarah)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog