Kabupaten Banjar Perkuat Langkah Eliminasi Tuberkulosis, Data Oktober : Temukan 908 Kasus Positif TBC

18 November 2025
Plt Kepala Dinkes Banjar, dr. Noripansyah (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah nasional. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan evaluasi tim penanggulangan TBC yang digelar di lantai satu Kantor Pemerintah Kabupaten Banjar.

Penjabat Sekda Banjar khwansyah menyampaikan, TBC masih menjadi tantangan serius di tingkat nasional maupun daerah.

“Kasus TB paru ini masih menjadi masalah nasional. Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Banjar sudah melakukan langkah-langkah evaluasi untuk merumuskan tindakan nyata di lapangan. Harapan kami, pertemuan ini bukan hanya sekadar rapat, tetapi melahirkan rencana aksi untuk menurunkan prevalensi TBC di Banjar,” ucapnya saat ditemui di Hotel Roditha, Selasa (18/11/2025).

Ikhwansyah menegaskan, upaya penanggulangan TBC harus dilakukan bersama-sama.

“Semua pihak harus bergerak bersama menekan kasus TBC secara bertahap,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjar dr. Noripansyah menjelaskan, pemerintah daerah telah membentuk Tim Penanggulangan TBC yang melibatkan berbagai SKPD.

“Tim ini terdiri dari banyak unsur, mulai dari RS Ratu Zalecha, Bekantan TB sebagai organisasi pendukung, bagian hukum, Bappeda, hingga BPKPAD. Semua bergerak bersama mempercepat upaya eliminasi TBC di Kabupaten Banjar,” katanya.

Ia menyebutkan, beberapa strategi yang akan diterapkan, termasuk rencana pengadaan mobile TB pada 2026 dan penambahan alat kesehatan untuk pemeriksaan TBC.

“Kabupaten Banjar ini wilayahnya luas, dari Aluh-aluh sampai Paramasan. Karakteristiknya berbeda-beda, jadi kita tidak memilah wilayah. Semua harus mendapatkan pelayanan yang sama,” jelasnya.

Menurutnya, ketersediaan obat TBC juga masih ditanggung pemerintah pusat sebagai bagian dari program nasional penanggulangan TBC.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjar, Marzuki memaparkan, target pemeriksaan terduga TBC pada 2025 mencapai 9.983 orang.

“Sampai Oktober, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7.628 orang atau sekitar 70 persen dari target,” jelasnya.

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 908 kasus positif TBC di Kabupaten Banjar sepanjang 2025. Meski angka kasus cukup tinggi, Marzuki menyebutkan bahwa dibanding tahun sebelumnya terjadi penurunan.

“Baik dari jumlah pemeriksaan terduga maupun penemuan kasus, tahun 2025 ini ada penurunan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, estimasi jumlah terduga TBC berasal dari Kementerian Kesehatan berdasarkan hasil survei Riskesdas. Data yang dipaparkan merupakan tarikan per Oktober 2025.

Marzuki menyebut pentingnya edukasi bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala TBC.

“Harapan kami, petugas kesehatan terus memaksimalkan edukasi. Untuk masyarakat, apabila mengalami batuk dua minggu, keringat malam atau berat badan menurun, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Banjar terus berupaya percepatan penanggulangan TBC sehingga target eliminasi TBC nasional tahun 2030 juga dapat dicapai di daerah.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog