NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kelangkaan BBM jenis Pertamax dalam beberapa minggu terakhir membuat masyarakat di Banjarbaru dan Martapura mulai khawatir.
Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok, sehingga pengendara terpaksa menggunakan Pertalite meski tidak semua kendaraan direkomendasikan memakai bahan bakar beroktan rendah.
Nessa, warga yang rutin menempuh perjalanan jauh setiap hari, mengaku keadaan ini cukup menyulitkannya. Ia bercerita, motornya sempat mengalami gangguan pada awal November 2025 hingga harus masuk bengkel.
“Bengkel menyarankan saya kembali pakai Pertamax supaya mesin tetap stabil. Tapi waktu itu Pertamax hampir tidak ada di mana-mana,” ucapnya, Senin (17/11/2025).
Ia telah berkeliling ke beberapa SPBU di wilayah Banjarbaru hingga Martapura, namun sebagian besar kosong. Kondisi ini membuatnya tidak punya pilihan selain kembali beralih ke Pertalite, meskipun sebelumnya penggunaan bahan bakar tersebut sempat menimbulkan kendala pada motornya.
“Setiap hari saya tetap harus bekerja dan beraktivitas. Tapi kalau BBM yang dianjurkan justru tidak tersedia, kami masyarakat jadi bingung,” keluhnya.
Kelangkaan ini mempengaruhi banyak pihak, mulai dari pekerja harian, pengendara ojek online, hingga warga yang mengandalkan mobilitas tinggi untuk rutinitas mereka. Keterbatasan pilihan bahan bakar dinilai dapat berdampak pada performa kendaraan bahkan pengeluaran tambahan untuk servis.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menormalkan kembali pasokan BBM di daerah Banjarbaru–Martapura.
“Semoga ke depan Pertalite dan Pertamax bisa tersedia seperti biasa. Kami ingin bebas memilih yang sesuai kebutuhan tanpa takut kendaraan rusak atau kehabisan stok,” ujar Nessa.
Beberapa warga lain juga menyampaikan keluhan serupa dan meminta agar distribusi BBM kembali dipastikan lancar. Bagi mereka yang bergantung pada kendaraan setiap hari, kelangkaan ini bukan hanya persoalan kenyamanan, namun bisa berdampak pada pekerjaan dan pendapatan.(nw)
