NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Publikasi Stunting Tingkat Kabupaten 2025 di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Kamis (20/11/2025).
Forum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan data terbaru sekaligus mengevaluasi upaya penanganan stunting selama setahun terakhir.
Dalam kegiatan tersebut terungkap, prevalensi stunting di Kabupaten Banjar mengalami peningkatan. Data yang ditampilkan merupakan hasil penarikan laporan tertinggi dari kunjungan Posyandu pada Agustus 2025.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjar dr. Widya Wiri Utami menyampaikan, tren kenaikan ini sejalan dengan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2023–2024 yang juga menunjukkan peningkatan.
“Dari data yang dirilis hari ini, angkanya naik dibanding tahun sebelumnya. Termasuk bila dibandingkan dengan hasil SSGI, kenaikannya juga terlihat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, angka stunting tahun sebelumnya berada di posisi 24,3 persen, kemudian naik menjadi 26,3 persen pada 2025. Meski ada penambahan dua poin, ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah sudah bekerja maksimal.
“Walaupun masih ada kendala, semua pihak seperti Bappeda, PMD, Dinsos P3AP2KB dan Dinkes sudah berupaya keras,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, intervensi spesifik tetap menjadi fokus utama Puskesmas di tiap kecamatan. Dalam publikasi ini, Dinkes turut menghadirkan perwakilan dari lima kecamatan dengan angka stunting cukup tinggi serta SKPD terkait seperti Diskominfo dan Bappedalitbang untuk memperkuat penyebaran informasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Banjar Gusti M. Kholdani menegaskan, publikasi data merupakan bagian dari aksi ke-7 dalam konvergensi stunting. Data yang dipaparkan diambil dari aplikasi e-PPGBM yang menjadi dasar pemantauan gizi masyarakat.
Menurut Kholdani, publikasi ini sangat penting karena menjadi bahan dasar penyusunan rencana kerja setelahnya, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
“Data ini akan kita gunakan untuk melihat kembali apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang perlu diperbaiki. Evaluasi ini penting untuk menentukan langkah ke depan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, penurunan angka stunting tetap menjadi program prioritas Pemkab Banjar. Hal ini juga masuk dalam penyusunan RPJMD 2025–2029 yang saat ini sedang disusun.
“Keikutsertaan berbagai pihak, termasuk lima kecamatan lokus, menunjukkan komitmen kita bersama untuk menekan angka stunting di Kabupaten Banjar,” tutup Kholdani.(nw)
