NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Keberhasilan Kelompok Tani Wanita (KWT) tidak terlepas dari pendampingan Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Banjarbaru.
Seperti halnya pendampingan di KWT Mawar Kelurahan Landasan Ulin Barat Kecamatan Liang Anggang.
Salah satu Pemyuluh dari UPT BPP Liang Anggang Eddy Sugianto menjelaskan bahwa KWT Mawar telah berdiri sejak 2017 dan menjadi salah satu kelompok yang paling aktif.
Setiap minggu mereka rutin mengadakan gotong royong, sementara pertemuan bulanan dilakukan untuk membahas kendala dan pemberian solusi langsung di kebun demplot.
“KWT Mawar ini sangat aktif. Kalau diajak gotong royong langsung bergerak. Pertemuan bulanan kami gunakan untuk komunikasi dan memecahkan masalah bersama,” ungkap Eddy, Senin (24/11/2025) saat mendampingi Tim Verifikasi KWT dari Pokja III PKK Kota Banjarbaru.
Ia juga mengatakan penyuluh memiliki jadwal pendampingan rutin di tiap kelurahan. Dalam satu wilayah yang memiliki beberapa poktan dan KWT, pendampingan dilakukan secara bergilir setiap bulan, ditambah kegiatan anjangsana harian.
“Setiap penyuluh membina satu kelurahan. Misalnya ada 10 kelompok, kami datangi bergiliran. Jadi pendampingan tetap berjalan rutin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Verifikasi Lapangan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (Aku Hatinya PKK), Misda, menegaskan bahwa keberhasilan program Hatinya PKK sangat bergantung pada dukungan penuh dari pemerintah kelurahan hingga kecamatan serta penyuluh dari dinas terkait.
“Kami melihat rata-rata Aku Hatinya PKK sekarang seperti tidur, gairahnya kurang. Ini apakah karena kurang dukungan dari kelurahan dan kecamatan?” ujar Misda saat melakukan verifikasi lapangan.
Ia pun meminta Lurah dan Camat memberikan ruang, perhatian, serta dukungan kebijakan agar masyarakat dapat lebih aktif mengelola pekarangan.
Dalam kunjungannya, Misda mengapresiasi kesiapan lokasi yang dikunjungi. Ia menyebut berbagai elemen pemberdayaan sudah saling terintegrasi, seperti keberadaan Pokmas, Bank Sampah, KWT, serta kolam ikan bioflok.
“Artinya di sini sudah mumpuni, tanaman cabai, sayur, kolam ikan, bank sampah semua ada. Tinggal sedikit diperbaiki dan butuh dukungan Lurah serta Camat lebih maksimal,” ujarnya.
Misda juga mengapresiasi keberadaan para penyuluh yang selalu aktif dalam pendampingan di lapangan.
“Keberadaan penyuh dari DKP3 sangat membantu perkembangan dan keberhasilan KWT itu sendiri,” pungkasnya.*(nw)
