Satpol PP Banjar Siapkan 450 Personel untuk Pengamanan Momen 5 Rajab, Fokus Tertibkan PKL dan Gangguan Sosial

25 November 2025
Kantor Satpol PP Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Menjelang peringatan 5 Rajab, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar mulai mematangkan kesiapan pengamanan. Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di titik-titik rawan serta penanganan gangguan sosial menjadi prioritas utama menjelang pelaksanaan kegiatan keagamaan yang setiap tahun dipadati jamaah tersebut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Banjar Yudi Andrea menjelaskan, pihaknya telah membahas langkah-langkah pengamanan bersama seluruh jajaran. Saat ini Satpol PP masih menyusun jadwal turun ke lapangan, termasuk untuk kegiatan sosialisasi dan penyebaran imbauan kepada masyarakat.

“Ini kami bahas bersama dan hari ini masih ada PR untuk menentukan schedule lapangan, terutama terkait pengaktifan PKL, sosialisasi dan penyampaian imbauan larangan berjualan di area yang tidak diperbolehkan. Termasuk juga penanganan gangguan sosial seperti GEPENG dan sebagainya,” ucapnya saat ditemu di Kantor Satpol PP Banjar, Selasa (25/11/2025).

Yudi mengatakan, untuk pengamanan, Satpol PP Banjar menyiapkan kekuatan internal sekitar 200 personel, ditambah dukungan Satuan Linmas desa se-Kecamatan sebanyak kurang lebih 250 orang. Pihaknya juga menunggu tambahan personel dari Satpol PP Provinsi Kalimantan Selatan.

“Jumlah dari provinsi belum disampaikan, tapi biasanya mereka ikut bergabung membantu,” ujarnya.

Yudi menyebutkan, sosialisasi kepada masyarakat akan mulai digencarkan tujuh hari sebelum puncak kegiatan. Sejumlah imbauan juga telah diunggah dan didistribusikan.

“Minus H-7 kita maksimalkan sosialisasi. Kemudian pada H-3 seluruh personel gabungan akan turun untuk melakukan tindakan jika masih ada PKL liar yang tetap berjualan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, masalah utama yang sering dikeluhkan adalah keberadaan PKL yang mengambil badan jalan, sehingga menghambat arus pergerakan jamaah.

“PKL ini sangat mengganggu jalur lalu lintas jamaah. Jalan kita sudah kecil, sementara mereka berjualan kiri–kanan. Informasi dari posko,” tuturnya.

Ia berharap koordinasi tahun ini lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dulu koordinasinya kurang maksimal. Tahun ini sejak awal kita sudah panggil pihak-pihak terkait untuk kolaborasi, sehingga persiapan lebih matang,” ujarnya.

Terkait dapur umum, Yudi menyampaikan bahwa pembahasan menyeluruh belum dilakukan karena masih menunggu rapat tingkat operasional.

“Untuk dapur umum belum dibahas. Baru penyampaian awal. Kami masih menunggu rapat lengkap dari setiap SKPD,” katanya.

Satpol PP Banjar memastikan akan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan lapangan setelah seluruh SKPD menyampaikan daftar kebutuhan masing-masing.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog