Jelang 5 Rajab, Dinas Kesehatan Banjar Siapkan Relawan dan Puluhan Posko Layanan

28 November 2025
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, H. Gusti Muhammad Kholdani (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Menyambut kegiatan 5 Rajab yang diperkirakan kembali dipadati jemaah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar memastikan seluruh jajaran siap memberi pelayanan kesehatan, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinkes Banjar Gusti Muhammad Kholdani mengatakan, setiap kegiatan yang melibatkan kerumunan besar selalu menjadi prioritas perhatian pihaknya.

“Di mana pun terjadi keramaian, kami pasti hadir. Termasuk kegiatan haulan maupun majelis rutin, kami selalu menyiapkan petugas. Begitu juga untuk momen 5 Rajab pada Desember nanti,” ucapnya saat ditemui di Ruangannya, Jumat (28/11/2025).

Kholdani menyebut, jumlah relawan kesehatan terus bertambah melalui pendaftaran online. Hingga kini, relawan yang terdata hampir seribu orang dan diperkirakan melampaui capaian tahun lalu yang mencapai lebih dari 1.200 relawan.

“Sekarang banyak tenaga kesehatan baru, termasuk P3K. Mereka masih muda, energik, dan sangat antusias ikut membantu,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya, Dinkes Banjar menyiapkan dua jenis posko yaitu Posko Kesehatan Biasa di 76 titik dan Posko Kesehatan Rujukan di 25 titik

Semua posko sudah ditentukan alur rujukannya menuju posko rujukan terdekat. Sementara untuk rujukan tingkat rumah sakit, beberapa fasilitas kesehatan telah disiagakan, antara yaitu:

  1. RSUD Ratu Zalecha Martapura
  2. RS Pelita Insani
  3. RS Al Mansyur Medika
  4. RS Husada
  5. RSUD Idaman Banjarbaru

Sistem rujukan disusun berjenjang untuk mempercepat penanganan, terlebih akses kendaraan sering terhambat kepadatan jemaah.

Dinkes Banjar memastikan ketersediaan obat dan alat kesehatan aman. Instalasi farmasi kabupaten dan provinsi tetap siaga, bahkan jika kegiatan berlangsung pada hari libur.

Kholdani menyebutkan, setiap posko wajib memenuhi tiga syarat sebelum dibuka wajib ada tenaga medis, alat kesehatan dan obat-obatan.

“Kalau salah satunya belum lengkap, posko tidak boleh beroperasi,” tegasnya.

Ada beberapa evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang kini diperbaiki, seperti tidak boleh ada waktu kosong tanpa petugas saat pergantian shift, penguatan komunikasi radio bekerja sama dengan relawan jalur dan komunitas radio komunikasi (bankom), serta distribusi oksigen portable dipastikan merata dan mudah dijangkau posko yang membutuhkan.

Dinkes Banjar juga memberikan beberapa imbauan kepada jemaah:

  1. Jemaah yang sedang sakit dianjurkan tidak memaksakan hadir.
  2. Hindari makanan yang sudah disimpan terlalu lama saat perjalanan, demi mencegah keracunan makanan.
  3. Menggunakan masker karena kondisi cuaca yang tidak menentu.
  4. Anak kecil dan lansia diperbolehkan hadir, tetapi disarankan mencari tempat yang aman dan tidak terlalu padat.
  5. Jemaah diminta mengetahui lokasi posko kesehatan terdekat dari tempat mereka berada.

“Kami siap merespons cepat di mana pun jemaah melapor mengalami gangguan kesehatan,” tutur Kholdani. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog