Di tengah derasnya kemajuan teknologi informasi, dunia pendidikan Indonesia kini dihadapkan pada tantangan baru: bagaimana menjaga nilai kebangsaan dan budaya luhur agar tetap kokoh, meski arus informasi dan ideologi transnasional begitu mudah merasuk melalui ruang digital.
Sebagai garda terdepan, lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan memiliki peran penting untuk memperkuat benteng moral generasi muda sekaligus menangkal infiltrasi paham ekstrem yang kian terdesentralisasi.
Suasana penuh spiritualitas terasa pekat di Kecamatan Rawalo, Banyumas, Kamis malam (27/11/2025). Ribuan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) tumpah ruah memenuhi halaman Pondok Pesantren El Madani untuk mengikuti kegiatan “Rutinan Sholawat PC IPNU IPPNU Banyumas”. Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema dan memecah keheningan malam, menciptakan atmosfer religius yang menyentuh sanubari para hadirin.
Kehadiran vokalis sholawat kharismatik, Gus Mabni Rukhama—yang akrab disapa Gus Ahong—menjadi magnet utama acara tersebut. Ribuan kader IPNU-IPPNU tampak larut dalam kekhusyukan saat sang vokalis melantunkan qasidah-qasidah populer.
Sejak selepas Isya, massa beratribut khas pelajar NU—peci hitam dan jilbab hijau—berbondong-bondong memasuki area pesantren. Antusiasme para pelajar ini menunjukkan bahwa semangat religius dan kecintaan kepada Rasulullah SAW masih begitu kuat di kalangan Gen-Z Banyumas.
Ketua PC IPNU IPPNU Banyumas, Fahmi Abdurrahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial.
“Ini adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW dan sarana mempererat ukhuwah antar-kader se-Banyumas. Di tengah gempuran era digital, pelajar NU harus tetap punya pegangan hati yang kuat melalui sholawat,” ujarnya.
Puncak acara terjadi ketika Gus Mabni Rukhama mulai melantunkan sholawat dan qasidah. Suara merdunya membuat ribuan jamaah hening dan larut dalam kekhusyukan. Suasana makin mengharu saat Mahallul Qiyam dikumandangkan. Para jamaah berdiri serentak, menengadahkan tangan dengan penuh khidmat.
Cahaya lampu sorot dan gemerlap ponsel dari ribuan peserta menambah keindahan visual malam itu, seolah menjadi saksi bisu betapa besarnya kecintaan para pelajar kepada Nabi Muhammad SAW.
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren El Madani, Gus Zaki, menyampaikan kebanggaannya bisa menjadi tuan rumah agenda keagamaan akbar tersebut. Ia menyebut sinergi antara pesantren dan organisasi pelajar NU sebagai pondasi penting dalam menjaga moral dan karakter generasi muda Banyumas.
Menutup Malam dengan Doa untuk Bangsa
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan organisasi, dan harapan agar kegiatan sholawat seperti ini bisa terus berlanjut secara istiqamah di berbagai kecamatan di Banyumas.
Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum memperkuat identitas kebangsaan, religiusitas, dan solidaritas pelajar NU di era digital yang penuh tantangan.(nw)
Reporter : Suho
