NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan persiapan menghadapi momen 5 Rajab di Sekumpul, Martapura. Meski tanggal pasti pelaksanaan masih menunggu keputusan dari tuan rumah, berbagai langkah koordinasi telah dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr. Diaudin mengungkapkan, hingga kini pihaknya sudah menggelar dua kali pertemuan, baik dengan Posko Induk Sekumpul maupun bersama seluruh insan kesehatan se-Kalimantan Selatan.
“Pertemuan pertama khusus dengan Posko Induk, selanjutnya dengan seluruh tenaga kesehatan. InsyaAllah Senin nanti kami kembali menggelar pertemuan ketiga untuk memfinalkan titik posko kesehatan dan evaluasi tahun sebelumnya,” ungkapnya saat ditemui di Family Gathering Dinkes Banjar, Minggu (30/11/2025).
Dinkes Kalsel menekankan, persiapan obat-obatan dilakukan oleh provinsi dan kabupaten sebagai cadangan, sementara posko-posko kesehatan yang ikut berpartisipasi diminta menyiapkan kebutuhan mereka secara mandiri.
“Cadangan obat tetap kami siapkan di beberapa titik. Jika posko kehabisan di tengah acara, barulah mengambil suplai dari kami,” tekan dr. Diaudin.
Jumlah tenaga medis yang akan dikerahkan belum ditetapkan secara final karena data masih terus masuk.
“Data lengkapnya masuk ke Posko Induk Sekumpul. Tenaga kami di dinas pun terbatas, sehingga kami mengundang seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit untuk bergabung,” ujarnya.
Evaluasi utama dari pelaksanaan sebelumnya adalah waktu operasional posko yang dinilai kurang panjang.
“Banyak posko sudah tutup padahal jamaah masih banyak. Ada jamaah yang pulang dini hari atau masih menginap, tapi ketika butuh layanan, poskonya sudah tidak buka,” katanya.
Tahun ini, Dinkes meminta komitmen seluruh relawan kesehatan agar posko dibuka lebih awal dan ditutup lebih lambat, yakni satu hari lebih cepat saat pembukaan dan satu hari lebih lambat setelah puncak acara.
Dinkes juga mengantisipasi kemungkinan momen 5 Rajab bertepatan dengan hari libur nasional yang bisa berpengaruh pada ketersediaan tenaga medis.
“Kita khawatir karena banyak yang mungkin mengambil cuti atau ada kegiatan keluarga. Karena ini kegiatan setahun sekali, kami tekankan agar tenaga di posko harus tetap cukup. Kalau pun ada yang ingin cuti, harus ada penggantinya lebih dulu,” tegas dr. Diaudin. (nw)
