Dinkes Catat 11 Warga Jadi Korban Serangan Monyet Liar, Banjar Siap Gelar Rakor Lintas Sektor

3 Desember 2025
Monyet/kera liar di Kecamatan Aluh-Aluh (Foto : Dokumen Newsway/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Kasus penyerangan monyet atau kera liar kembali meningkat di Kabupaten Banjar. Hingga hari ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat 11 warga menjadi korban, masing-masing 5 kasus terjadi di Kecamatan Aluh-Aluh dan 6 kasus lainnya di Kecamatan Beruntung Baru. Informasi ini disampaikan oleh Tim Pengelola Zoonosis Dinkes Banjar.

Untuk menindaklanjuti sejumlah laporan tersebut, Kepala DPKP Banjar Agus Siswanto mengatakan, Pemerintah Daerah menggelar rapat koordinasi lintas sektor.

“Rakoor hari ini akan dilaksanakan bersama DPKP Banjar, BKSDA, Dinas Pertanian (Keswan), Dinas Kesehatan, TNI, Polri, relawan animal rescue, kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, serta perangkat desa setempat,” ucapnya saat dikonfirmasi melalu pesan WhatsApp, Rabu (3/12/2025).

Hal serupa juga ditanggapi Camat Aluh-Aluh, Aditya Yudi Dharma. Ia menjelaskan, rakoor semula direncanakan sejak Senin dan disepakati digelar pada Rabu karena banyaknya agenda lintas dinas. Namun menjelang rakoor, kembali muncul laporan satu korban baru dari wilayah Beruntung Baru.

Dengan adanya laporan tambahan ini, petugas bersama relawan langsung melakukan penyisiran dari sekitar lokasi kejadian hingga ke kawasan perbatasan. Dari hasil penyisiran tersebut, satu ekor monyet berhasil diamankan.

“Alhamdulillah satu ekor berhasil ditemukan dan langsung diamankan. Sampelnya sudah dikirim ke Dinas Peternakan untuk diuji apakah mengandung rabies atau tidak. Tapi belum bisa dipastikan apakah ini monyet yang selama ini menyerang warga,” ucap Aditya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Rabu (3/12/2025).

Ia menegaskan, rakor tetap digelar untuk memperkuat koordinasi serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar waspada dan segera melapor jika terjadi serangan berikutnya.

Aditya menuturkan, populasi monyet di daerah tersebut sebenarnya masih wajar karena habitatnya berada di hutan rambai di pinggir Pesisir. Biasanya, monyet hanya datang ke permukiman untuk mencari makanan.

“Paling jauh mereka masuk dapur warga kalau ada makanan. Biasanya tidak sampai menyerang, apalagi melukai,” ujarnya.

Namun dalam kasus yang terjadi belakangan ini, perilakunya berbeda. Monyet tersebut disebut masuk ke rumah warga dan langsung menyerang tanpa provokasi.

“Luka para korban itu hampir mirip, menunjukkan pola serangan langsung. Sepertinya ada satu ekor yang agresif, bukan kelompoknya. Yang lain tidak melakukan apa-apa, jadi jangan sampai semuanya dianggap membahayakan,” jelasnya.

Seluruh korban telah mendapat vaksin dari puskesmas sebagai langkah pencegahan terhadap rabies. Sementara itu, monyet yang diamankan saat ini berada di Dinas Pertanian untuk pemeriksaan laboratorium.

Terkait langkah jangka panjang, pemerintah menunggu hasil rakoor lintas sektor untuk menentukan tindak lanjut. Aditya menegaskan, opsi pemusnahan populasi tidak dimungkinkan karena monyet tersebut hidup di habitat alaminya dan selama ini tidak menimbulkan gangguan serius.

“Kejadian ini baru kali ini. Selama ini masyarakat dan satwa hidup berdampingan saja,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu monyet semakin agresif.

“Jangan diganggu, jangan diberi makan. Kalau ada korban lagi, segera berobat ke puskesmas supaya cepat ditangani. Mudah-mudahan monyet yang diamankan kemarin itu adalah pelakunya sehingga tidak ada kejadian serupa ke depan,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog