Festival Kuliner Banjar 2025 Segera Digelar, 20 Kecamatan Siap Tampilkan Cita Rasa Tradisional

5 Desember 2025
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Banjar, Muhammad Syahid (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar memastikan Festival Kuliner Banjar 2025 siap digelar pada 6 Desember mendatang, dan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Banjar Muhammad Syahid menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah dalam mendorong pelestarian budaya, khususnya yang berkaitan dengan kekayaan kuliner tradisional.

“Festival ini menjadi ruang untuk mengenalkan kembali kekhasan budaya Banjar melalui kuliner. Kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemajuan kebudayaan nasional,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/12/2025).

Sebanyak 20 kecamatan dipastikan ikut serta. Seluruh peserta berada di bawah koordinasi TP PKK kecamatan dan akan menampilkan empat hidangan khas Banjar, yakni Dadar Gulung, Apam Batil dengan kuah gula habang, Lupis kuah gula habang, serta Kelemben khas Tambak Hanyar.

Panitia menyediakan 20 stan untuk peserta, dan masing-masing kecamatan bebas menghias area sesuai kreativitas yang telah disepakati pada technical meeting.

Syahid menjelaskan, penjurian dilakukan oleh tiga orang juri yang berasal dari unsur berbeda, yakni chef hotel, ahli gizi RSUD Ratu Zalecha, serta Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas yang akan memimpin penilaian.

“Penilaian mencakup tiga aspek utama yakni tampilan dan kreativitas, komposisi gizi serta keamanan pangan dan tentu saja rasa serta teksturnya,” jelasnya.

Syahid mengungkapkan, para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan. Juara pertama memperoleh Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta dan juara ketiga Rp2 juta. Sementara untuk harapan satu hingga tiga masing-masing mendapat Rp1,75 juta, Rp1,5 juta dan Rp1,25 juta.

Gelaran ini berpusat di halaman Kantor Kecamatan Martapura, Desa Indrasari. Peserta mulai registrasi pukul 07.30 WITA, dilanjutkan persiapan pada pukul 08.00 WITA. Dua juri teknis akan melakukan penilaian awal sebelum acara dibuka secara resmi oleh Ibu Gita yang kemudian meninjau seluruh stan sekaligus memberi penilaian akhir.

Syahid berharap, kegiatan ini terus mendapatkan dukungan dan dapat menjadi wadah rutin pelestarian budaya Banjar.

“Insya Allah menjadi agenda tahunan. Lokasi dan waktunya menyesuaikan kebutuhan,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog