NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Kotabaru mencatat keberhasilan signifikan dalam penguatan legalitas sektor Industri Kecil Menengah (IKM) sepanjang tahun ini. Langkah ini dilakukan di tengah proses kajian pengembangan kawasan industri yang masih berjalan.
Kepala Bidang Perindustrian sekaligus Plt Kepala Bidang UMKM Disperindagkop Kotabaru Joni Fahamsyah mengatakan, prioritas dinas tahun ini adalah melengkapi legalitas bagi IKM.
“Kami sudah merealisasikan Sertifikasi Halal (Halal Lokasi) dan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) paten merek. Yang paling menonjol adalah kerjasama dengan BPN,” kata Joni Fahamsyah (5/12/2025).
Ia menyebutkan, melalui program kerjasama dengan BPN, total 100 sertifikat tanah gratis untuk UKM sudah berhasil diterbitkan dan siap diserahkan oleh Bupati. Program ini menyasar UKM yang status tanah tempat usahanya belum bersertifikat, yang mana sertifikasi ini diberikan tanpa biaya sepeser pun dengan syarat adanya rekomendasi dari Disperindagkop.
“Program ini gratis, bagi para UKM yang status tanahnya belum bersertifikat. Ini adalah salah satu realisasi kami,” sebutnya.
Meskipun proses kajian pengembangan kawasan industri seperti Mekar Putih, Sebiki, dan Tarjun masih dalam tahap kajian provinsi dan diperkirakan selesai pada tahun 2026, Disperindagkop telah menyiapkan program prioritas untuk tahun depan.
“Tahun depan tetap kami fokus pada program halal. Mengingat peraturan mewajibkan semua produk makanan harus bersertifikat halal mulai tahun 2026, kami akan menyisir semua pelaku usaha makanan,” ujarnya.
Sisiran ini mencakup usaha makanan skala kecil seperti warung nasi kuning, warung bakso, dan sejenisnya, yang sebagian sudah didanai pada tahun ini.
Joni Fahamsyah mengakui tantangan utama IKM adalah persaingan produk yang serupa. Ia mendorong agar semua IKM/UKM di Kotabaru memiliki tujuan yang sama, yaitu mengutamakan produk lokal Kotabaru.
Kepada generasi muda Kotabaru, ia berpesan agar tidak terpaku mencari pekerjaan, tetapi berani merintis usaha kecil. “Pekerjaan susah, sektor usaha kecil ini yang jadi tumpuan. Kawan-kawan yang kerajinan Sasirangan, sekarang sudah kewalahan pesanan dari instansi,” tutupnya. (nw)
Reporter : Rizal
