BPBD Banjar Intensifkan Patroli Batingsor, Sejumlah Wilayah Alami Kenaikan TMA

17 Desember 2025
Plt Kalak BPBD Banjar, Yayan Darmanto (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mengintensifkan patroli dan monitoring melalui Posko Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor (Batingsor) guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada musim penghujan 2025/2026.

Kegiatan patroli dan monitoring tersebut dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 15–16 Desember 2025 dengan fokus pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) sungai serta genangan air yang berdampak pada akses jalan dan aktivitas masyarakat di wilayah rawan banjir.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Darmanto menjelaskan, patroli dilakukan di sejumlah Kecamatan, meliputi Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat dan Astambul, dengan melibatkan unsur lintas sektor.

“Patroli dan monitoring Batingsor ini dilaksanakan sebagai upaya deteksi dini dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor,” jelasnya, Rabu (17/12/2025).

Pada pemantauan Senin 15 Desember 2025, BPBD mencatat genangan air di Desa Bincau dan Tunggul Irang Ilir, Kecamatan Martapura dengan ketinggian berkisar 10–30 sentimeter. Di Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, genangan air di badan jalan mencapai 35 sentimeter, mengalami kenaikan dibanding pengukuran sebelumnya.

Sementara itu, genangan air di Desa Teluk Selong, Kecamatan Martapura Barat, terpantau sekitar 10 sentimeter dan relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Di Desa Mekar, Kecamatan Martapura Timur, genangan tercatat sekitar 5 sentimeter. Adapun di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul, air sungai meluap ke beberapa ruas jalan namun masih dalam batas aman.

Hasil pemantauan kembali dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025 pukul 10.43 WITA yang menunjukkan adanya kenaikan TMA di sejumlah wilayah. Di Desa Pekauman, genangan air di sepanjang jalan mencapai 25–43 sentimeter atau naik sekitar 18 sentimeter dibanding hari sebelumnya. Kenaikan signifikan juga terpantau di Desa Teluk Selong, dengan genangan air mencapai 40 sentimeter dan masuk ke permukiman warga.

Selain itu, luapan air sungai juga terjadi di Desa Melayu dan Bincau Muara, Kecamatan Martapura, serta Desa Tunggul Irang. Di Kecamatan Astambul, beberapa desa seperti Pasar Jati, Jati Baru, Labuan Tabu, Pingaran Ulu, dan Pingaran Ilir mulai mengalami genangan di ruas jalan, meski sebagian masih dalam batas aman.

BPBD juga mencatat bahwa Jalan Keramat arah Datu Bagul tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, dan pada beberapa titik telah dipasang portal penutupan jalan.

Berdasarkan analisis perbandingan TMA pada 15–16 Desember 2025, secara umum terjadi tren kenaikan Tinggi Muka Air di sebagian besar wilayah, terutama di Desa Pekauman, Teluk Selong, Bincau Muara dan Tunggul Irang. Kenaikan paling signifikan terjadi di Desa Teluk Selong, mencapai sekitar 30 sentimeter.

“Curah hujan yang masih tinggi menjadi kendala utama karena mempengaruhi kecepatan surutnya air, serta menyebabkan beberapa akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan,” kata Yayan.

BPBD Kabupaten Banjar menegaskan akan terus melakukan pemantauan berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak guna mengantisipasi dampak lanjutan dari potensi banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Banjar.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog