NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Baru-baru ini Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru kembali menyiapkan sebanyak lima ambulan yang akan ditempatkan di masing-masing kecamatan di Kota Banjarbaru dan satu unit untuk PSC 112 yang ditempatkan di Dinas Kesehatan.
Pasalnya Ambulans transport gawat darurat dianggap memegang peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr Juhai Tri Agustina mengatakan Ambulans itu berfungsi memberikan pertolongan pertama, melakukan stabilisasi kondisi pasien, serta memastikan proses transportasi yang aman dan cepat dari lokasi kejadian menuju fasilitas pelayanan kesehatan, maupun antar fasilitas kesehatan.
“Layanan ini terintegrasi dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu melalui Public Safety Center (PSC) yang dapat diakses masyarakat melalui call center 112. Siap memberikan layanan 24 jam,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga menyampaikan bahwa ambulans gawat darurat tidak hanya berperan sebagai alat angkut pasien, tetapi juga sebagai unit medis bergerak.
Bahkan menurutnya di dalamnya tersedia peralatan kesehatan serta tenaga medis terlatih untuk menjaga kondisi pasien kritis selama perjalanan.
“Ambulans gawat darurat kami dilengkapi dengan peralatan medis dasar hingga penunjang, seperti oksigen, alat bantu napas, dan monitor kondisi pasien. Petugas yang bertugas juga memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan pra-rumah sakit,” ujarnya.
Juhai membeberkan fungsi utama ambulans gawat darurat meliputi pertolongan pra-rumah sakit (pre-hospital care), yakni pemberian tindakan medis awal dan stabilisasi pasien di lokasi kejadian.
“Selain itu, ambulans juga berperan dalam transportasi rujukan, baik dari lokasi kejadian kecelakaan, bencana, atau kondisi sakit mendadak menuju rumah sakit, maupun antar fasilitas kesehatan yang memiliki sarana lebih lengkap,” tegasnya.
Dalam situasi bencana atau kejadian luar biasa, ambulans Dinkes Banjarbaru kedepan diharapkan turut berperan dalam respons cepat penanganan korban massal dan proses evakuasi.
Layanan ini juga menjadi jembatan akses kesehatan bagi masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil, agar dapat memperoleh pelayanan medis yang memadai.
Melalui layanan PSC 112, masyarakat dapat melaporkan kondisi darurat kesehatan, mendapatkan panduan pertolongan pertama, serta memperoleh bantuan evakuasi pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Secara prinsip, ambulans transport gawat darurat merupakan komponen penting dalam sistem kesehatan daerah. Keberadaannya menjembatani waktu kritis antara kejadian darurat dan penanganan medis definitif, sehingga berkontribusi besar dalam meningkatkan peluang keselamatan dan kesembuhan pasien,” tuntasnya.(nw)
