NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Banjir masih merendam Desa Kaliukan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Hingga saat ini, kondisi genangan air di desa tersebut terpantau belum mengalami surut dan masih menghambat aktivitas warga.
Pembakal Desa Kaliukan, Mukhraini mengatakan, banjir di wilayahnya masih tergolong parah. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga mencapai satu meter, baik di jalan desa maupun di sejumlah rumah warga.
“Keadaannya masih parah, kelihatannya air belum ada surut. Di jalan dan di rumah-rumah warga tingginya sekitar 40 sentimeter sampai satu meter,” ujarnya, Selasa (30/12/2025) malam.
Ia menyebutkan, banjir berdampak pada 751 kepala keluarga atau sekitar 2.047 jiwa. Sementara jumlah rumah yang terdampak tercatat sebanyak 577.
“Jumlah penduduk di desa ini sekitar 2.507 jiwa, yang terdampak banjir ada 2.047 warga dari 751 KK,” jelasnya.
Terkait pengungsian, Mukhraini mengatakan sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Namun, ada juga warga yang mengungsi ke sekitar masjid karena kondisi lantai yang masih kering.
“Sebagian tetap di rumah, tapi ada juga yang mengungsi di dekat masjid karena di situ masih kering. Jumlah pastinya belum dihitung,” katanya.
Sementara itu, Sarif salah seorang warga Desa Kaliukan menyampaikan, banjir menyebabkan desa seolah terkurung air. Akses keluar masuk desa menjadi terbatas dan aktivitas warga sangat terganggu.
“Desa ini terkurung air, banyak akses warga yang terhambat. Kendaraan juga banyak yang mati karena air cukup tinggi,” ungkap Sarif.
Sarif mengatakan, warga saat ini sangat membutuhkan bantuan karena aktivitas warga sangat terbatas.
“Semoga bantuan secepatnya turun, banyak warga yang sangat kesulitan dikala susahnya untuk akses jalan,” harapnya.(nw)
