NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Genangan air telah bertahan hampir dua pekan dan memaksa warga beradaptasi dengan keterbatasan, termasuk harus menuntun sepeda motor saat melintasi jalan permukiman yang terendam.
Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air masih berkisar setinggi lutut orang dewasa. Ratusan rumah warga terdampak, menyebabkan aktivitas masyarakat berjalan tidak normal sejak banjir pertama kali terjadi.
Salah satu warga RT 02 Kelampayan Tengah, Hasan mengungkapkan, banjir mulai merendam wilayah tersebut sejak Rabu menjelang pelaksanaan haul. Air sempat menyusut selama satu hingga dua hari, namun kembali naik pada Sabtu sore sekitar pukul 18.00 Wita dan masuk ke rumah-rumah warga.
“Air sempat turun sebentar, tapi naik lagi. Sampai sekarang belum surut,” ungkapnya, Selasa (6/01/2026).
Menurutnya, hampir seluruh kawasan desa terdampak banjir. Dari data warga setempat, Kelampayan Tengah dihuni sekitar 500 jiwa, dengan ratusan rumah terendam. Di sejumlah titik, ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 10 hingga 12 sentimeter.
Meski kondisi cukup memprihatinkan, sebagian warga memilih bertahan di rumah dan belum mengungsi. Namun, banjir berdampak langsung terhadap roda ekonomi masyarakat. Banyak aktivitas usaha terhenti karena genangan air yang belum surut.
“Usaha warga banyak yang berhenti. Mau beraktivitas juga serba susah,” katanya.
Hasan juga menyinggung soal bantuan yang dinilai belum menjangkau seluruh warga. Meski bantuan berupa makanan dan obat-obatan sempat datang, distribusinya belum merata ke semua RT.
“Ada bantuan, tapi tidak semua warga dapat,” ujarnya.
Ia menekankan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ketersediaan air bersih. Berbeda dengan wilayah Kelampayan Ulu dan Kelampayan Ilir yang memiliki sumber air sendiri, warga Kelampayan Tengah masih bergantung pada suplai dari luar.
“Kami sangat butuh air bersih. Di sini tidak ada sumber air, jadi berharap ada perhatian lebih,” sebutnya.
Warga Kelampayan Tengah, khususnya RT 02, berharap pemerintah daerah serta para donatur dapat segera memprioritaskan penyaluran bantuan, terutama air bersih, agar warga terdampak banjir dapat bertahan dengan kondisi yang lebih layak.(nw)
