Kunjungan Wapres RI ke Lokasi Banjir Kalsel , Fokus Tinjau Kondisi Warga, Kesiapan Penanganan dan Bantuan

8 Januari 2026
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka tinjau langsung ke lokasi banjir di Desa Keramat Sungai Tabuk (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Kedatangan Wakil Presiden RI ke Kalimantan Selatan untuk meninjau beberapa wilayah yang terdampak banjir yang jadi atensi publik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak banjir yang terjadi sejak akhir tahun 2025.

Wapres RI, Gibran Rakabming Raka langsung turun kelokasi banjir untuk memantau kondisi rumah warga yang terdampak serta memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak pada Kamis (8/01/2026).

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Achmadi menjelaskan, Wapres meninjau langsung wilayah terdampak di Desa Keramat Sungai Tabuk serta melihat aktivitas penanganan banjir yang telah berjalan.

“Beliau benar-benar ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir sejak 24 Desember 2025, termasuk aktivitas dapur umum dan pelayanan logistik,” jelasnya.

Gibran turut langsung berkomunikasi bersama masyarakat di Pengungsian serta berinteraksi bersama anak-anak di posko dengan membantu membagikan mainan.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga meninjau dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersama BPBD Provinsi serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan.

Achmadi mengungkapkan, Wapres menilai banjir yang terjadi di wilayah Kalsel merupakan bencana yang bersifat rutin akibat tingginya curah hujan. Namun demikian, diperlukan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi kejadian serupa ke depan.

“Beliau menyampaikan bahwa kondisi banjir ini memang rutin karena curah hujan tinggi, namun tentu perlu dipikirkan solusi jangka panjangnya. Ini berbeda dengan bencana di beberapa provinsi lain seperti Aceh dan Sumatera,” ungkapnya.

Selain peninjauan, Wapres juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir. Namun, jumlah bantuan secara rinci berada dalam pendataan pemerintah kecamatan dan desa setempat.

“Bantuan sembako langsung diserahkan melalui camat dan kepala desa. Data lengkapnya ada di kecamatan,” kata Achmadi.

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak terdampak banjir, berupa mainan edukatif untuk membantu pemulihan mental.

“Bantuan mainan ini untuk dukungan psikososial anak-anak, bekerja sama dengan Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Terkait penyaluran logistik, bantuan disalurkan langsung ke rumah warga terdampak, bukan terpusat di pengungsian. Sementara dapur umum masih terus dioperasikan hingga 12 Januari 2026, dengan evaluasi menyesuaikan kondisi air.

“Jika kondisi air mulai surut, langkah selanjutnya adalah dapur mandiri. Masyarakat akan kita bantu peralatan dan bahan makanan agar bisa kembali beraktivitas di rumah,” sebut Achmadi.

Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir, sembari menindaklanjuti berbagai keluhan warga terkait dampak banjir yang masih dirasakan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog