NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Kecamatan Sungai Tabuk mencatat ribuan warga terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Saat ini, ratusan warga masih bertahan di pengungsian dengan dukungan dapur umum yang disiapkan pemerintah.
Plt Camat Sungai Tabuk, Ahmad Rabani mengatakan, jumlah pengungsi yang berada di lokasi pengungsian Sungai Tabuk mencapai 106 kepala keluarga (KK) atau sekitar 304 jiwa.
“Untuk pengungsi yang berada di Sungai Tabuk saat ini ada 106 KK dengan jumlah 304 jiwa, karena ketinggian banjir saat ini sekitar 70 cm atau sepaha orang dewasa,” katanya, Kamis (8/01/2026).
Sementara itu, secara keseluruhan banjir di Kecamatan Sungai Tabuk berdampak pada 19 desa dan 1 kelurahan. Hanya satu desa yang hingga kini masih dalam kondisi aman.
“Total wilayah terdampak ada 19 desa dan 1 kelurahan. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 36 ribu jiwa dengan 12 ribu kepala keluarga,” sebutnya.
Terkait konsumsi, pengungsi mendapatkan bantuan makanan dari dapur umum sebanyak dua kali sehari. Namun, waktu pendistribusian menyesuaikan kondisi dapur dan proses memasak.
“Untuk konsumsi dari dapur umum itu dua kali sehari, tapi waktunya menyesuaikan, tergantung proses memasak dari dapur umum,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga terkait keterbatasan popok bayi dan pembalut wanita di pengungsian, Ahmad Rabani mengakui bantuan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.
“Memang ada keluhan terkait popok bayi dan pembalut wanita. Ke depan mudah-mudahan akan kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan pihak terkait,” ungkapnya.
Ia menambahkan, distribusi bantuan dilakukan secara bergilir mengingat luasnya wilayah terdampak dan jumlah warga yang cukup besar.
“Karena warga terdampak mencapai 36 ribu jiwa, maka dapur umum dan bantuan lainnya dibagi secara bergiliran per desa. Pada prinsipnya semua desa sudah kebagian,” tambahnya.
Selain bantuan dari dapur umum, bantuan juga disalurkan langsung ke rumah-rumah warga terdampak melalui pemerintah desa. Sementara bantuan dari BPBD disebut langsung disalurkan ke desa tanpa melalui kecamatan.
“Untuk bantuan BPBD, sementara informasinya disalurkan langsung ke desa-desa,” pungkas Ahmad Rabani.(nw)
