Minimnya Air Bersih Saat Banjir, Dinkes Banjar Catat Peningkatan Penyakit Infeksi Kulit, Diare Hingga Kencing Tikus

14 Januari 2026
Salah satu warga terdampak banjir terkena penyakit kulit (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat adanya peningkatan kasus penyakit selama banjir, khususnya penyakit infeksi kulit dan diare yang mulai dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Widya Wiri Utami mengatakan, penyakit yang muncul tidak hanya balancat atau kutu air, tetapi juga berbagai infeksi kulit lain akibat bakteri.

“Selain balancat, ada juga penyakit kulit infeksi lainnya. Gejalanya berupa gatal-gatal, kemerahan di tangan dan badan, bahkan ada yang berair. Anak-anak kemarin sudah mulai banyak yang mengalami,” ujarnya, Rabu (14/01/2026).

Selain penyakit kulit, dr. Widya juga menyebut angka kejadian diare mulai meningkat. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan akses air bersih selama banjir, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan air yang tercemar.

“Angka kejadian diare sudah mulai meningkat, baik pada dewasa maupun anak-anak, karena akses air bersih sulit dan masih banyak yang menggunakan air di area banjir,” jelasnya.

Ia mengatakan, penyakit lain yang juga perlu diwaspadai adalah penyakit akibat paparan air tercemar urine (Kencing) tikus, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan diri, menghindari penggunaan air tercemar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan selama banjir.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog