Isra Mikraj 1447 H, Pemkab Banjar Jadikan Momentum Introspeksi di Tengah Bencana Banjir

14 Januari 2026
Pemkab Banjar gelar Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah (Foto : RSB/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan keagamaan di Aula BKPSDM Banjar Martapura, Rabu (14/1/2026). Peringatan ini dimaknai sebagai ajang introspeksi dan penguatan keimanan di tengah musibah banjir yang masih melanda sejumlah daerah.

Dengan mengangkat tema “Memetik Hikmah Isra Mikraj di Tengah Musibah dengan Menguatkan Iman dan Menumbuhkan Kepedulian”, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, jajaran pejabat daerah, serta ASN di lingkungan Pemkab Banjar.

Acara berlangsung khidmat diawali pembacaan Maulid Habsyi oleh Grup Al Ifrah Martapura. Suasana religius semakin terasa saat Ustadz Zainuddin Zuhri melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Bupati Banjar, H Saidi Mansyur menyampaikan, banjir yang terjadi saat ini merupakan ujian keimanan yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.

“Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Karena itu, iman yang kuat menjadi modal utama agar kita tetap tegar dan optimis,” ujarnya.

Saidi mengatakan, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan nilai-nilai luhur yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam membangun kepedulian sosial dan mempererat persaudaraan.

“Musibah ini telah membuka ruang bagi tumbuhnya empati dan gotong royong. Kepedulian bersama sangat dibutuhkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” katanya.

Melalui peringatan ini, ia mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan peran dan kepekaan sosial, tidak hanya dalam penanganan banjir, tetapi juga dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Muhammad Fauzan menekankan, pentingnya salat sebagai ibadah yang mampu membentuk akhlak dan perilaku. Ia mengingatkan agar salat dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan sehingga mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar.

“Salat akan memberi dampak dalam kehidupan jika dijalankan dengan kesadaran dan menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog