NEWSWAY.CO.ID,BANJARBARU – Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Kurnia RW 3 Kelurahan Landasan Ulin Utara Banjarbaru, menuai keluhan dari warga sekitar. Dugaan pencemaran lingkungan menjadi sorotan utama, setelah limbah dapur disebut-sebut dibuang langsung ke saluran drainase di tepi jalan.
Ketua RW 3 Landasan Ulin Utara Ahmad Medani menyampaikan, hingga kini dapur SPPG tersebut diduga belum memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai. Limbah cair dari aktivitas dapur dilepas ke parit lingkungan tanpa proses pengelolaan yang semestinya.
“Seharusnya sudah ada persiapan pengolahan limbah. Ini malah dialirkan langsung ke parit,” ucap Medani, Selasa (27/1/2026).
Dampak dari pembuangan limbah tersebut mulai dirasakan warga. Sejumlah sumur warga tidak lagi dapat dimanfaatkan karena airnya tercemar dan berminyak. Selain itu, kebun milik warga pun dilaporkan tidak bisa digunakan akibat bau tak sedap yang ditimbulkan.
“Sudah sekitar satu bulan ini kondisinya seperti itu. Air sumur berminyak, baunya menyengat, bahkan ada warga yang mengalami gatal-gatal,” ungkapnya.
Medani menambahkan, keluhan warga selama ini disampaikan melalui ketua RT dan RW. Warga menilai pembuangan limbah tersebut dilakukan secara sengaja ke parit lingkungan tanpa memperhatikan dampaknya.
Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Landasan Ulin Utara Muhammad Iqbal Rahmatullah menyatakan, pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menangani persoalan limbah dapur.
“Kami sudah berkoordinasi dengan mitra serta dinas terkait untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan, dapur SPPG Landasan Ulin Utara setiap hari memproduksi sekitar 3.683 porsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke 14 sekolah. Hingga saat ini, menurutnya, layanan MBG tetap berjalan tanpa kendala berarti, kecuali keterlambatan distribusi akibat jumlah penerima yang melebihi kapasitas.
“Untuk penyajian menu sejauh ini tidak ada masalah,” tutupnya.
