Si Lapat Pedas Diluncurkan, Perumda Pasar Bauntung Batuah Percepat Respons Aduan Pedagang

28 Januari 2026
Kepala Subbagian Program Perumda Pasar Bauntung Batuah sekaligus inovator aplikasi, Akmal Luthfi, saat menjadi narasumber pada talkshow SI-ANIDA (Suara Inspirasi Anak Inovasi Daerah) di Radio Suara Banjar (Foto : RSB/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Perumda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar menghadirkan terobosan layanan pengaduan pedagang melalui aplikasi berbasis web bernama Si Lapat Pedas (Sistem Layanan Pengaduan Cepat Pedagang Pasar). Inovasi ini dirancang untuk memangkas waktu penanganan keluhan sekaligus menata administrasi aduan secara lebih sistematis.

Aplikasi tersebut resmi diperkenalkan kepada publik sejak September 2024 dan mulai diimplementasikan secara bertahap di sejumlah pasar tradisional.

Kepala Subbagian Program Perumda Pasar Bauntung Batuah sekaligus penggagas aplikasi, Akmal Luthfi mengungkapkan, kehadiran Si Lapat Pedas berangkat dari kebutuhan akan sistem pelaporan yang lebih efektif dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan pedagang.

“Selama ini laporan disampaikan secara lisan atau dicatat sederhana, sehingga sulit ditelusuri dan ditindaklanjuti secara cepat. Dengan aplikasi ini, seluruh aduan tercatat dan bisa langsung diproses,” ungkapnya saat menjadi narasumber talkshow SI-ANIDA (Suara Inspirasi Anak Inovasi Daerah) di Radio Suara Banjar, Rabu (28/1/2026).

Saat ini Perumda Pasar Bauntung Batuah mengelola sebanyak 15 pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Banjar dan terbagi ke dalam tiga wilayah kerja. Untuk tahap awal, penerapan Si Lapat Pedas difokuskan di Area 3 sebagai lokasi uji coba.

Luthfi mengatakan, Area 3 dipilih karena memiliki karakter pasar yang beragam, baik dari sisi jumlah pedagang, kondisi fasilitas, hingga dinamika aktivitas perdagangan.

“Area ini cukup mewakili kondisi riil di lapangan, sehingga cocok dijadikan tempat pengujian sebelum aplikasi diperluas ke wilayah lain,” katanya.

Area 3 mencakup Pasar Gambut Kindai Limpuar, Pasar Gambut Baru, Pasar Sungai Tabuk, Pasar Beruntung Baru, dan Pasar Ahad Kertak Hanyar, dengan jumlah pedagang mencapai 1.055 orang.

Pada tahap awal implementasi, pihaknya mengakui masih menghadapi tantangan, terutama terkait literasi digital pedagang. Untuk itu, Perumda Pasar Bauntung Batuah melakukan sosialisasi langsung ke lapangan, memberikan panduan praktis, serta pendampingan bagi pedagang yang belum terbiasa menggunakan teknologi berbasis web.

Dari hasil pemantauan sistem, aduan yang paling sering masuk berkaitan dengan kondisi infrastruktur pasar, seperti jalan berlubang, kebocoran atap, genangan air, hingga fasilitas MCK. Sementara itu, keluhan terkait kebersihan dan pengelolaan sampah menempati urutan berikutnya.

Kedepannya penerapan Si Lapat Pedas direncanakan diperluas secara bertahap ke seluruh area pasar yang dikelola Perumda Pasar Bauntung Batuah.

“Setiap tahap akan diawali dengan surat edaran, sosialisasi, dan bimbingan teknis. Kami juga akan melibatkan tokoh pedagang agar informasi ini bisa menyebar lebih luas,” tutup Luthfi. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog