NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Pusat perbelanjaan legendaris, Rita Pasaraya Cilacap, nyaris rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah dalam kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (2/2/2026) malam. Api yang berkobar sejak sekitar pukul 21.00 WIB tidak hanya meluluhlantakkan bangunan ritel bersejarah itu, tetapi juga merembet dengan cepat ke sejumlah rumah permukiman padat penduduk di belakangnya.
Hingga tiga jam kemudian, pada pukul 00.00 WIB, upaya pemadaman yang melibatkan setidaknya tiga unit pemadam kebakaran masih berlangsung dengan intensif, namun api belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Situasi semakin rumit akibat kepadatan bangunan di sekitar lokasi dan kuatnya tiupan angin malam.
Insiden mencekam ini merupakan pukulan kedua bagi Rita Pasaraya dalam waktu sangat singkat. Dua minggu sebelumnya, kawasan yang sama pernah dilanda kebakaran yang, menurut laporan saat itu, berawal dari korsleting listrik di bagian kantor. Kemunculan api untuk kedua kalinya dengan skala yang jauh lebih masif dan merusak menimbulkan sejumlah pertanyaan kritis di kalangan masyarakat dan pengamat.
“Hingga saat ini, penyebab dan titik awal kebakaran masih dalam investigasi intensif oleh pihak berwajib. Kami tidak menutup kemungkinan adanya indikasi tindakan yang disengaja (arson), mengingat ini adalah kejadian berulang dalam waktu dekat. Semua bukti dan saksi sedang kami kumpulkan,” kata Kapolres Cilacap AKBP Budi Santoso.
Rita Pasaraya bukan sekadar pusat belanja; ia adalah ikon dan penanda waktu yang menyimpan kenangan puluhan tahun bagi warga Cilacap. Kebakarannya dirasakan sebagai kehilangan kolektif yang mendalam.
Dampak ekonomi langsung menghantam ratusan karyawan toko, pedagang di dalamnya, serta para pekerja dan pelaku usaha kecil di sekitarnya yang menggantungkan penghidupan pada keramaian pusat perbelanjaan tersebut, terutama untuk menyambut momentum puncak penjualan jelang Puasa.
Tim gabungan pemadam kebakaran dari kota tetangga telah didatangkan untuk memperkuat upaya pemadaman. Warga dari rumah-rumah yang terkena dampak rembetan api telah dievakuasi ke tempat aman, dengan bantuan logistik darurat mulai disalurkan oleh Dinas Sosial setempat.
Pusat perbelanjaan yang dulu ramai kini hanya menyisakan kerangka besi yang menghitam dan kepulan asap tebal yang masih membumbung tinggi, menjadi pemandangan pilu di tengah kota Cilacap. Jalan utama di depan Rita Pasaraya ditutup total untuk operasi penanggulangan.
Masyarakat Cilacap kini menunggu dengan harap-harap cemas: pertama, agar tidak ada korban jiwa yang muncul; kedua, agar api segera padam sebelum merembet lebih luas; dan ketiga, agar misteri di balik dua kebakaran beruntun ini segera terungkap tuntas. (nw)
Reporter : Suho
