Anggota DPR RI, Novita Wijayanti Ajak Masyarakat Awasi Pembangunan Sekolah Rakyat

5 Mei 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. (Foto ; Media Center Gerindra/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mendapat pengawalan serius oleh Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Banyumas Cilacap Hj Novita Wijayanti,SE MM.

Pada kunjungannya ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Senin (4/05/2026) wakil rakyat tersebut mengatakan bahwa pembangunan SR sebagai bukti nyata pemerintah dalam memajukan pendidikan.

“Ini adalah bukti nyata keberpihakan bapak Prabowo selaku Presiden RI di sektor pendidikan,” ujar Hj Hovita, Selasa (5/05/2026)

~ Advertisements ~

Ia mengatakan bahwa Sekolah Rakyat di Sumbang nantinya mampu menampung 1.080 siswa dan total ada 18 kelas untuk SD, 3 kelas level SMP, dan 3 kelas level SMA.

“Semua siswa akan bersekolah tanpa dipungut biaya sepeserpun,” katanya.

Novita menuturkan, pembangunan Sekolah Rakyat Sumbang harus selesai pada 20 Juni 2026 nanti, untuk mewujudkan sekolah bagi anak-anak tidak mampu tersebut, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 225 miliar.

“Untuk mengejar target sebanyak 1.053 pekerja terlibat dalam pembangunan sekolah tersebut,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat bisa dikawal bersama-sama agar tidak terjadi keterlambatan atau permasalahan lain.

“Kita kawal bersama-sama pembanguan Sekolah Rakyat ini, sebab menjadi prioritas program Presiden Prabowo dalam sektor pendidikan. Selain program ini saat ini pemerintah juga sedang memperbaiki sekolah-sekolah rusak yang lain,” katanya.

Untuk diketahui Sekolah Rakyat di Sumbang tersebut mengusung konsep berasrama (boarding school) 24 jam dengan fasilitas lengkap (asrama, ruang belajar, laboratorium, UKS) . Salah satu tujuan Sekolah Rakyat yakni memutus rantai kemiskinan dan menjamin akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga buruh, pemulung, atau yang berpotensi putus sekolah.(nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog