BPBD Pulang Pisau Perkuat Kolaborasi Desa dan Lintas Sektor Cegah Karhutla

3 Juni 2026
Kalaksa BPBD Pulang pisau Foto bersama usai kegiatan. ( Foto: Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau mulai memetakan kesiapan desa-desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Karhutla yang digelar di Aula Bapperida Pulang Pisau, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan 41 desa yang pernah terdampak karhutla pada 2023, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, Manggala Agni, NGO lingkungan, serta pemerintah kecamatan guna memperkuat sinergi pencegahan bencana sejak tingkat desa.

Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari hasil supervisi BPBD Provinsi Kalimantan Tengah yang merekomendasikan penguatan data dan kesiapsiagaan wilayah rawan kebakaran.

~ Advertisements ~

“Dari hasil pendataan, terdapat 41 desa yang terdampak karhutla pada tahun 2023. Desa-desa inilah yang kami undang untuk bersama-sama membangun kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini,” ujarnya.

Menurut Herman, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, aparat keamanan hingga organisasi pemerhati lingkungan.

Ia menilai desa memiliki peran strategis karena berada di garis depan dalam mendeteksi dan mencegah munculnya titik api.

Dalam forum tersebut, BPBD juga membagikan formulir pendataan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla kepada seluruh desa peserta. Data yang dikumpulkan meliputi keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA), sumur bor, embung, hingga menara pantau.

“Yang paling penting saat ini adalah mengetahui kondisi riil di lapangan. Apakah sarana yang ada masih berfungsi atau tidak, sehingga kita bisa menentukan langkah berikutnya,” katanya.

Herman menjelaskan, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penyusunan strategi kesiapsiagaan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, BPBD juga akan melakukan kajian cepat terkait kemungkinan penetapan status siaga darurat karhutla di Pulang Pisau. Penetapan status tersebut akan mempertimbangkan sejumlah indikator sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, kata dia, sudah ada tiga daerah di Kalimantan Tengah yang menetapkan status siaga darurat, yakni Kabupaten Kapuas, Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur.

Di sisi lain, Kabupaten Pulang Pisau juga masuk dalam lokus Rencana Nasional Penanggulangan Bencana berdasarkan regulasi BNPB. Status tersebut menjadikan Pulang Pisau sebagai salah satu daerah prioritas dalam program kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Terkait dukungan anggaran, Herman memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi untuk penanganan kebencanaan. Selain itu, BPBD Pulang Pisau juga telah menerima bantuan peralatan dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Harapan kami, seluruh potensi yang ada dapat disinergikan sehingga upaya pencegahan lebih maksimal dan kejadian karhutla dapat diminimalkan,” pungkasnya.(nw)

Reporter : Winda

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog