Asrama Ponpes Nurul Iman Banjarbaru Terbakar, Puluhan Santri Selamat

5 Juni 2026
Para relawan saat berusaha memandamkan api yang berada di lantai dua. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Si jago merah mengamuk dan membakar empat Bangunan asrama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman Ma’had Ba’abud di Gang Amanah, Jalan RO Ulin, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, diamuk api pada Rabu (3/06/2026) malam.

Meskipun hanya menghanguskan empat kamar asrama, sebanyak 78 santri yang berada di kawasan sekitar lokasi kejadian dipastikan aman, peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.04 Wita. Api pertama kali diketahui berkobar setelah muncul kepulan asap hitam pekat dari lantai dua bangunan asrama.

Komandan Regu (Danru) 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Banjarbaru, Ade Susanto, mengonfirmasi bahwa objek yang terbakar merupakan area kamar santri yang berada di lantai dua.

~ Advertisements ~

“Untuk api berada di lantai dua, kita langsung tembak air ke lantai dua untuk pemadaman. Alhamdulillah mudah dijangkau. Kejadiannya jam 20 lewat 4 Wita dan pemadaman kurang lebih 25 menitan,” ujar Ade Susanto.

Ade menambahkan, petugas sempat menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi titik api. namun, proses pemadaman dapat berjalan cepat dan terkendali berkat soliditas relawan gabungan serta pasokan air dari armada tangki swadaya.

“Selama pemadaman alhamdulillah tidak ada kendala karena dibantu oleh relawan damkar dari Banjarbaru, Martapura, dan Provinsi,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, empat kamar beserta seluruh fasilitas tempat tidur di dalamnya hangus total, sementara dua kamar lainnya berhasil diselamatkan.

“Untuk kondisi kamar yang terbakar ada empat buah kamar itu habis untuk tempat tidur-tempat tidurnya habis, yang duanya masih aman,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, pihak pengelola pondok pesantren bersyukur karena seluruh santri tidak berada di dalam kamar saat api menjalar, Wakil Pimpinan Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abud, Muhammad Zidan menjelaskan, saat kebakaran terjadi, puluhan santri tengah melaksanakan aktivitas pembelajaran rutin di ibadah utama.

“Santri alhamdulillah semuanya aman. Kalau santri totalnya 78 orang. Saat ada kebakaran ini alhamdulillah tidak ada (korban), karena kita lagi ada kegiatan di mushola. Tiba-tiba ada api,” jelas Muhammad Zidan.

M Zidan menceritakan saat pertama kali kerjadian, kepulan asap hitam sempat memicu kepanikan. Sejumlah santri bahkan berniat langsung menuju lantai dua untuk memeriksa kondisi kamar, namun pihaknya melarang keras demi keselamatan.

“Santri kita larang untuk naik ke atas, jadi tunggu pemadam datang. Yang penting santri sudah aman,” tegasnya.

Meski seluruh santri selamat, kerugian materil diperkirakan cukup signifikan. Sebagian besar barang pribadi milik santri, mulai dari pakaian hingga kitab-kitab pelajaran, tidak sempat diselamatkan dan hangus terbakar.

Untuk penanganan pasca-bencana, sebanyak 78 santri tersebut direncanakan akan diungsikan sementara waktu di dalam fasilitas mushola pesantren yang aman dari dampak kebakaran.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog