NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Permainan tradisional Sepak Sawut kembali menjadi daya tarik dalam rangkaian Handep Hapakat Fair 2026. Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta secara resmi membuka perlombaan tersebut sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. Jumat malam, (10/7/2026)
Ahmad Jayadikarta mengatakan Sepak Sawut merupakan permainan asli masyarakat Dayak yang tidak hanya mengandung nilai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Sepak Sawut adalah warisan budaya masyarakat Dayak. Permainan ini harus kita jaga dan terus kita rawat sebagai bagian dari seni budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda,” ujar Jayadikarta.
Sepak Sawut merupakan permainan tradisional yang menggunakan bola dari sabut kelapa yang dibakar. Para pemain menendang bola api tersebut dengan penuh keberanian, sehingga permainan ini kerap menjadi tontonan yang memacu adrenalin sekaligus memikat perhatian masyarakat.
Di balik atraksi yang terlihat ekstrem, Sepak Sawut memiliki makna budaya yang mendalam. Secara historis, permainan ini dimainkan pada malam hari untuk menghibur keluarga yang sedang berduka maupun sebagai bagian dari ritual penolak bala atau mengusir roh jahat.
Permainan ini juga mengandung nilai-nilai luhur masyarakat Dayak, seperti keberanian, ketahanan fisik, kerja sama tim, serta semangat gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui perlombaan yang digelar dalam Handep Hapakat Fair, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap permainan tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.(nw)
Reporter : Winda
