Catatan Wartawan Newsway.co.id “Melihat Lebih Dekat Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan Menangani Pemadaman Api diIbu Kota Provinsi Kalsel” (Bagian 2)

4 September 2026
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan saat pertama kali memperlihatkan alat injeksi air untuk pemadaman lahan gambut. (Foto : penulis/newsway.co.id)

Dibawah komando Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan cukup terarah.

Seusai Rakor dengan sejumlah pejabat dan meninjau lokasi-lokasi penting seperti sumber persediaan air, pemasangan penampungan air untuk mendekatkan dengan titik api, Kapolda juga komunikasi dengan perbagai lembaga atau perusahaan untuk saling bersinergi.

Cara komunikasi yang humasis namun tegas, akhirnya beberapa inovasi menjadi salah satu langkah Kapolda dan tim untuk melakukan pemadaman api di lahan gambut yang secara karakter sangat sulit dipadamkan dengan cara disiram dari atas.

Inovasi pertama dilakukan di Guntung Damar, kala itu salah satu komunitas pengusaha sawit yaitu Gabungan Pengusaha Sawit Seluruh Indonesia memberikan sebuah formula cairan yang kegunaanya untuk mendinginkan tanah saat bahan itu dicampur dengan air.

Lalu Kapolda berinisiatif menggunakan alat dari besi sepanjang dua meter (injeksi air) yang ditusukan ke dalam lahan gambut yang terbakar lalu dialiri dengan air yang sudah dicampur cairan.

“Alhamdulillah setelah dilakukan metode ini api dan suhu tanah bisa turun, cairan ini akan kami kembangkan di Bidlatfor Polda Kalsel untuk diperbanyak,” katanya kala itu.

Selain melakukan pemadaman dengan berbagai inovasi, Kapolda juga selalu melakukan koordinasi dengan jajarannya untuk memastikan pasukan yang sudah disiapkan melakukan aktivitas pemadaman disejumlah titik.

Penulis tidak jarang melihat Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Po Eko Irianto menerima perintah langsung dari Kapolda saat berada di lapangan, baik melalui alat komunikasi HT maupun Handphone.

Perintah-perintah itu menandakan bahwa saat Kapolda sedang menjalankan tugas di kesatuan tetap memantau kondisi lapangan, terkait perkembangan kebakaran yang terjadi.

Bahkan tidak jarang, tiba-tiba Kapolda datang dengan kendaraan roda dua untuk meninjau lokasi hanya dengan ditemani ajudan pribadinya tanpa pengawalan.

Hal itu menandakan bahwa Kapolda ingin melihat secara langsung kondisi lapangan agar dalam melakukan langkah pemadaman atauapun atisipasi bisa berjalan sesuai rencana yang sudah disampaikan kepada seluruh tim gabungan baik dari TNI, Polri, Pemerintah dan relawan swasta.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog