Bidlatfor Polda kalsel Mulai Kembangkan Cairan Pemadam dengan Jumlah Banyak, Bahan Baku Capai Satu Ton

4 September 2026
PS Kasubid Narkoba Forensik Labfor Polda Kalsel, AKP Meilia Rahma Widiana, SSI menjelaskan kerja cairan yang dikembangkan Polda Kalselkepada Wamenko Bidang Pangan Dr Hanif Faisol yang didampingi Kapolda dan Wakapolda. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan terus mengembangkan inovasi cairan surfaktan yang digunakan khusus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk efektif memutus rantai pasokan oksigen pada bara api di bawah lahan gambut.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hemawan mengatakan mulai hari Jumat siang pihaknya sudah melakukan pencampuran cairan untuk pemadaman karena produksi sudah mulai diperbanyak.

“Karena kami memerlukan banyak personil untuk mencampur formulanya, maka kami lakukan di Mako Brimob Polda Kalsel. Tentu kami berharap dengan sudah dikembangkan cairan ini maka pemadaman karhutla di lahan gambut bisa segera teratasi,”jelasnya, Jumat (4/09/2026) malam.

Sementara itu PS Kasubid Narkoba Forensik Labfor Polda Kalsel, AKP Meilia Rahma Widiana, SSI saat peninjauan pemadaman karhutla Wameko Bidang Pangan  Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P  dan Kapolda Kalimantan Selatan Ijen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan beserta jajaran di lokasi pemadaman Pengayuan menjelaskan bahwa racikan tersebut berawal dari bantuan cairan pemadam kebakaran lahan gambut dari Jepang yang diperoleh melalui Kerja Sama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

“Dari bantuan tersebut, kami diminta Pak Kapolda untuk mengurai isinya dan menemukan kandungan utamanya. Kami kembangkan dan sesuaikan dengan situasi lahan gambut di Kalsel dengan menambahkan formula khusus,” ujarnya.

Saat ini tim berhasil mengolah sekitar 1 ton bahan baku utama menjadi 1.000 liter, cairen tersebut memiliki daya encer tinggi, di mana 1 liternya bisa dicampur dengan 100 liter air (rasio 1:100).

“Dengan total produksi yang mencapai sekitar 4.700 liter, cairan tersebut mampu menghasilkan hingga 470.000 liter air pemadam siap pakai,”tambahnya.

Meilia menambahkan prinsip kerja cairan ini mengandalkan kandungan surfaktan yang dapat menghasilkan busa saat disemprotkan. Busa tersebut bekerja memutus suplai rantai oksigen ke dalam lapisan gambut, sehingga bara api di bawah permukaan tanah dapat mendingin dan padam secara cepat.

“Prinsip kerjanya memutus rantai oksigen sehingga bara api di dalam tanah langsung dingin dan padam,” jelasnya.

Petugas menyemprotkan cairan yang dikembangkan oleh Bidlatfor Polda Kalsel ke area yang sudah dikarantina untuk melihat efektivitas inovasi tersebut.(Foto : newsway.co.id)

Ia juga menegaskan efektivitas formula ini telah diuji coba secara langsung di lapangan, pada uji coba yang dilakukan dua hari sebelumnya di area terdampak, lahan gambut yang telah disemprot cairan tersebut terbukti tidak lagi mengeluarkan kepulan asap.

“Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi ancaman karhutla di wilayah Kalimantan Selatan, terutama pada kawasan gambut dalam yang kerap memicu kembali timbulnya titik api di musim kemarau,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog