NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Jerami Fest memasuki tahun ke 5, perjalanan Gelar budaya yang di inisiasi oleh Titut Cowongsewu dan Yono BOC berjalan dinamis dari tahun ke tahun.
Berkt konsistensi Kerami masuk dalam kalender off evant kabupaten Banyumas di awal tahun 2026, sebuah pagelaran kolaboratif lintas seni dan usia yang di gelar di lapangan desa pangebatan Karanglewas pada (19/09/ 2026).
Menurut Titutkegiatan tersebut merupakan ungkapan syukur para petani dan seniman masyarakat setempat setelah panen raya.
“Gelaran Jerami Fest menandai memasuki musim penghujan dan mengakhiri musim kemarau,”ucap Titut.
Ia juga menjelaskan bahwa Cowongan sendiri merupakan sebuah ritual memanggil hujan dalam bentik pertunjukan.
“Akan di pentaskan dalam sebuah seni pertunjukan yang lebih modern, dengan mengolaborasikan musik band, Tarian, Theater dan jemparingan,” katanya.
Ia juga mengatakan ada yang beda di Jerami Fest 5, yaitu awal pagelaran di laksanakan jamasan perkakas tani.
“Tidak seperti biasanya jamasan umumnya untuk pusaka, namun petani merasa kalau perkakas pertanian ya pusakanya orang tani, maka sebagai ungkapan syukur dan menghargai alat yang setiap hari dipergunakan mencari nafkah, semoga terus berdampak untuk masyarakat,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Suho
