NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan menyampaikan update terbaru penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalsel.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, S.STP mengatakan berbagai upaya penanggulangan karhutla sudah dilaksanakan, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang kini sudah memasuki tahap keempat.
“Baik, jadi memang sampai dengan hari ini berbagai macam upaya penanggulangan sudah kita laksanakan termasuk juga OMC. OMC sudah kita laksanakan, jadi OMC di Kalsel ini sudah sampai empat hari terakhir. Itu tanggal 10 kemarin sampai besok (hari ini _red) OMC tahap empat,” ujar Ronny kepada awak media, Kamis (15/10/2026).
Namun, upaya mendatangkan hujan melalui OMC tersebut belum maksimal, menurut Ronny hujan terpantau baru turun di wilayah utara Kalsel.
“Upaya kita untuk mendatangkan hujan di Kalimantan Selatan namun memang sampai dengan hari ini hujan masih turunnya di wilayah utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, hujan tetap menjadi senjata utama yang paling efektif dalam penanggulangan karhutla, sehingga pihaknya terus berupaya agar hujan bisa segera turun merata di Kalsel.
“Kita semua berharaphujan segera turun,”ucapnya.
Terkait luasan terdampak, Ronny menyebut per tanggal 15 Oktober 2026, total lahan terdampak karhutla di Kalsel mencapai 27 ribu hektare, 41,7 hektar masih merapi, 15 hotspot aktif.
“Kalau luasannya sampai dengan hari ini itu per-update per hari ini tanggal 15 itu 27 ribu hektar ya,” ungkapnya.
Dari jumlah tersebut, yang masih dalam kondisi terbakar atau masih ada apinya sebanyak 15 titik hotspot dengan luasan 41,7 hektare berdasarkan hasil patroli udara.
“Namun memang yang masih terbakar hari ini itu ada 15 flyer spot. Jadi kalau kami titik luasan itu yang masih terbakar dan terdampak. Artinya yang masih terbakar itu sampai dengan hari ini masih ada apinya. Nah kalau terdampak itu yang mungkin terbakar kemarin, terbakar bulan kemarin itu masuk rekapitulasi yang terdampak. Tapi bukan berarti 27 ribu hektare itu semuanya berapi enggak. Tapi kalau yang masih berapi masih ada apinya sesuai dengan hasil patroli udara itu adalah 41,7 hektare,” jelasnya.
Untuk wilayah yang paling banyak masih terbakar, Ronny menyebut masih didominasi Kabupaten Banjar.
“Ada tambahan cuman di daerah Mataraman Martapura Timur mulai terbakar namun memang di situ tidak terlalu susah untuk dipadamkan dikarenakan di sana adalah lahan mineral,” pungkasnya.(nw)
