Diskusi Bersama Pemuda, Ketua DPP PDI Perjuangan Sentil Proses Kepemimpinan, Ajak Anak Muda Tetap Waras

3 November 2026
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat foto bersama peserta seusai kegiatan. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU– Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menjadi pembicara dalam kegiatan Diskusi Kepemudaan bertajuk Menjaga Kewarasan Anak Muda yang digelar DPCPDI Perjuangan Banjarbaru, Minggu (1/11/2026) malam.

Dalam acara itu, secara tegas Djarot mengajak generasi muda untuk tetap menjaga kewarasan di tengah dinamika pemerintahan dan kondisi politik saat ini.

Menurut Djarot, anak muda diharapkan menjadi generasi yang mampu melahirkan pemimpin dengan proses dan mekanisme yang benar, ia berharap pemimpin masa depan dapat menjalankan kepemimpinan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Sebagai sosok yang menjaga kewarasan, sosok-sosok yang nanti ke depan kita harapkan menjadi pemimpin yang jauh lebih waras dibandingkan pemimpin-pemimpin sebelumnya,” katanya tegas.

Ia menilai, keinginan anak muda untuk menjadi pemimpin harus dibarengi proses yang baik dan sesuai aturan.

“Hal ini penting agar regenerasi kepemimpinan tidak mengabaikan prosedur yang berlaku, sesuai aturan yang sudah dibuat sebelumnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Djarot juga menyinggung polemik surat keterangan (Suket) penyetaraan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah diputus Mahkamah Agung.

Persoalan tersebut, ujarnya, turut menjadi pembahasan di internal PDI Perjuangan.

“Bukan hanya bahasan dari internal PDI Perjuangan saja, tapi ini sudah menjadi pembahasan di hampir lapisan masyarakat, di hampir semua partai politik,” jelasnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut seharusnya menjadi pelajaran, menurutnya, setiap persoalan terkait proses pencalonan harus disikapi dengan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku, termasuk dalam penerapan sanksi.

Terpisah, perwakilan peserta aksi, Wira Surya Wibawa, mengatakan anak muda tidak boleh ikut kehilangan kewarasan meski berada di lingkungan dan negara yang sedang menghadapi berbagai persoalan.

Wira menegaskan, pemuda harus tetap bergerak melalui kegiatan positif, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi sosial yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.

“Jangan sampai kalau lingkungan dan negara kita tidak waras, kita sebagai pribadi juga ikut tidak waras. Anak muda harus tetap melakukan gerakan-gerakan positif dan progresif,” ujarnya.

Wira juga mendorong anak muda untuk aktif berorganisasi dan membangun jejaring agar berbagai gagasan serta gerakan sosial dapat diwujudkan sesuai kapasitas masing-masing.

“Tiap anak muda wajib melakukan gerakan-gerakan progresif di wadah yang bisa mewadahi berbagai macam isu,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog