Latsarmil Komcad ASN Resmi Dibuka, Gubernur Kalsel : “Sinergi Pemerintah Daerah Perkuat Sistem Pertahanan Negara”

3 November 2026
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra saat meninjau pasukan. (Foto : Adpim/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Sebanyak 348 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2026, di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Senin (2/11/2026).

Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Mayjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso, selaku inspektur upacara, hadir dalamm pembukaan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR, Wali Kota Banjarbaru Hj. Lisa Halaby, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Bupati Hulu Sungai Tengah H. Syamsul Bahri, Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.

Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan yang disampaikan Asisten Galuh Tantri Narindra, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat kesadaran bela negara di kalangan ASN dan masyarakat.

‎”Nilai-nilai bela negara telah menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Itu harus diwujudkan melalui pengintegrasian nilai-nilai bela negara ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,”ujar Tantri mewakili Gubernur.

‎Gubernur menyebutkan, keikutsertaan ASN dalam pelatihan Komcad merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dengan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat sistem pertahanan negara.

‎Gubernur juga menegaskan bahwa pertahanan dan keamanan negara bukan semata-mata menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Melalui pelatihan ASN diharapkan memiliki kesadaran bela negara yang semakin kuat, sekaligus membangun karakter berintegritas, loyal, dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Bagaimana nantinya ASN dapat melayani masyarakat, bukan justru ingin dilayani oleh masyarakat. Ini menjadi salah satu nilai penting yang harus tertanam dalam diri setiap aparatur,” ujarnya.

Sementara itu, Kabacadnas Kemenhan RI Mayjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso menjelaskan bahwa pelatihan Komcad merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kesadaran bela negara sekaligus memperkuat komponen pertahanan nasional.

Menurutnya, pembentukan Komponen Cadangan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan wilayah. Karena itu, dukungan dan sinergi pemerintah pusat maupun daerah sangat diperlukan.

“Jumlah peserta pada pelatihan kali ini sebanyak 348 orang. Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, tentunya dengan dukungan dari para kepala daerah agar kita bersama-sama dapat mempersiapkan Komponen Cadangan pada tahap berikutnya,” ungkap Mayjen Totok.

‎Totok menerangkan, pelatihan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan dengan materi meliputi pembentukan karakter, penguatan moral, pembinaan perilaku, pola pikir, serta kedisiplinan termasuk pengenalan sejumlah materi dasar kemiliteran.

‎ “Ini bukan untuk menjadikan ASN sebagai kelompok yang militeristik. Materi kemiliteran hanya diperkenalkan sebagai bagian dari pembekalan agar mereka memahami pentingnya pertahanan negara dan memiliki kesiapan dalam menjalankan peran sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

‎Totok juga menjelaskan bahwa Komponen Cadangan memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan negara, semisal kondisi negara menghadapi ancaman, Komcad dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan.

“Tantangan bangsa Indonesia ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran bela negara harus ditanamkan kepada seluruh warga negara sesuai peran dan kapasitas masing-masing, dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog