“Satu Pesantren Satu Produk”; Bapperida Gelar Kajian Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha

by
7 November 2026
Kajian Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha Banjar Cendikia “Satu Pesantren Satu Produk” di Aula Kantor Bapperida, Martapura, Jumat (6/11/2026) pagi.(Foto: rsb)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Pesantren dinilai memiliki potensi yang cukup besar dalam dunia usaha. Terlebih Kabupaten Banjar dikenal memiliki banyak pondok pesantren.

Menyadari hal itu, Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Kajian Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha Banjar Cendikia “Satu Pesantren Satu Produk” di Aula Kantor Bapperida, Martapura, Jumat (6/11/2026) pagi.

Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar Mujahid mewakili Kepala Bapperida Hj Anna Rosida Santi membuka menjelaskan, pada tahun ini Bapperida Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalsel melaksanakan kajian pemetaan potensi pesantren berbasis pengembangan usaha.

“Diharapkan, kajian ini nantinya memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan usaha pesantren, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan arah kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi pesantren yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Kegiatan diseminasi ini dikatakan menjadi bagian penting dalam menyampaikan hasil kajian kepada seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperoleh masukan terhadap rekomendasi yang telah disusun oleh tim peneliti.

“Kami berharap hasil kajian ini tidak hanya menjadi dokumen penelitian saja, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan, perencanaan program, dan pelaksanaan kegiatan perangkat daerah,” tegas Mujahid.

Disebutkan, hasil kegiatan diharapkan menjadi referensi dalam menyusun program kegiatan serta memberikan rekomendasi yang konkret, terutama terkait penentuan potensi usaha yang layak dikembangkan.

“Pelaksanaan program Satu Pesantren Satu Produk nantinya dapat dilakukan secara bertahap, terarah dan berkelanjutan, serta disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing pesantren,” katanya.

Mujahid berharap hasil kajian ini menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, sekaligus mendukung pencapaian program prioritas pembangunan daerah.

Sementara Tenaga Ahli sebagai Narasumber dari Brida Provinsi Kalsel yang dihadirkan yakni Herry Pradana dan Tim. Dalam kegiatan tersebut juga dibuka sesi diskusi dengan para peserta.

Hadir para ulama dan ustaz-ustazah yang mewakili pondok pesantren di Kabupaten Banjar, sejumlah perangkat daerah, Kemenag Kabupaten Banjar, perbankan dan mitra usaha.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog