Achmad : Puluhan Tahun Kami Merawat Nenek Saniah, Tidak Pernah Ada Penelantaran

by
19 Januari 2026
Ketua RT 28, H Rusmadiansyah, Ketua RW 009, Achmad, Kasi Kesos Kelurahan Sungai Tiung, Sri Kusmiliawati. S. Sos dan Bhabinkamtibmas saat memberikan pernyataan. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kondisi nenek Saniah yang beralamat di Jalan Cokrokusumo RT 28, RW 09 Kelurahan Sungai Tiung, Cempaka, akhir-akhir ini Viral diakun medsos tiktok akibat konten kreator Valen yang memvideo kondisi nenek Saniah di dalam rumahnya.

Setelah beberapa hari tayang akhirnya video tersebut beredar melalui pesan whatsapp berantai yang akhirnya mendapatkan respon dari beberapa tokoh masyarakat Kota Banjarbaru termasuk Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby.

Untuk memastikan kebenaran kondisi nenek Saniah newsway.co.id melakukan konfirmasi ke pihak RT, RW dan kelurahan setempat.

Ketua RW 09, Sungai Tiung, Achmad didampingi Ketua RT 28 Rusmadiasyah saat dikonfirmasi secara tegas menyayangkan konten kreator ynang terkesan ngawur dalam membuat video yang akhirnya viral tersebut.

Achmad mengatakan bahwa apa yang terjadi di video tersebut tidak benar adanya, pasalnya sudah puluhan tahun nenek Saniah sekeluarga dibantu masyarakat maupun pemerintah.

“Mestinya pembuat konten itu tidak langsung ke lokasinya, cari tahu dulu asal usilnya jadi tidak sembarangan. Kami cukup kecewa dengan etika sipembuat konten itu. Padalah untuk bantuan, nenek Saniah ini sudah banyak,” jelasnya, Senin (29/01/2026).

Bahkan dengan viralnya video tersebut, RT setempat akhirnya membuka secara gamblang bahwa sudah banyak yang memperhatikan nenek Saniah dan tidak pernah mau dipublikasikan.

“Mestinya jangan mencari keuntungam dari penderitaan orang lain, dengan begini tidak elok. Banyak kok yang puluhan tahun membantu tadi tidak perlu minta dipublikasikan,” tegasnya.

Ia juga mengaku tidak menyalahkan konten kreator, tetapi mestinya lebih mendahukukan diakusi dan sharing.

“Semua berhak melakukan apapaun, tetapi kalau soal begini ya jangan ngawur. Datang dan diskusi akan lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu Kasi Kesos, Sri Kusmilawati Kelurahan Sungai Tiung, menegaskan bahwa konten yang viral tersebut tidak benar, pasalnya sesuai data yang ada di kelurahan nenek Saniah sudah mendapat berbagai bantuan.

“Pernyataan yang ada di video tik tok milik valaen itu tidak benar, sebab sejauh ini nenek Saniah sudah banyak mendapat bantuan baik dari Pemko Banjarbaru, pemprov Kalsel dan dari Kemensos,” bebernya.

Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut disampaikan melalui kelurahan maupun diberikan secara langsung kepada nenek Saniah.

“Bantuan makanan siap saji juga diberikan kepada nenek Saniah setiap hari, baik dari masyarakat secara bergantian maupun dari pemerintah,” tegasnya.

Ia juga merincikan bantuan yang sudah diberikan dari instansi adalah berupa bantuan beras dari Bulog, DKP3 serta bantuan sembako dsri Dinsos Kota Banjarbaru secara berkala.

“Ada juga bantuan dari Baznas Kota Banjarbaru, bantuan PKH dari Kemesos, bantuan Polsek Cempaka yang selalu disampaikan langsung oleh Bhabinkamtibmas,” rincinya.

Bahkan melalui Disperkim menurut Kasi Kesos, bantuan RTLH Pemko Banjarbaru sudah menyasar ke nenek Saniah berupa perbaikan dan failitas tidur yang layak seperti kasur, bantal dan selimut.

“Kami tegasnkan bahwa selama ini pemerintah sudah hadir untuk membantu nenek Saniah dan keluarga. Sangat salah jika ada yang mengatakan pemerintah maupun masyarakat tidak pernah hadir dan membantu nenek Saniah,” tutupnya.

Sementara itu, Lurah Sungai Tiung, Ferdy Candra mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut karena terkesan tidak ada konfirmasi kepada pihak yang lebih mengetahui kondisi.

“Mestinya kalau mau membuat konten yang sifatnya sensitif berkomunikasi dulu baik dengan RT, RW maupun kelurahan. Kami sangat menyayangkan itu, kami juga mengimbau agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Untuk diketahui paska viralnya konten tersebut, pemilik akun tik tok bernama Valen akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas konten yang dibuatnya.(nw)

Tinggalkan Balasan