Antisipasi Pengguna Kecubung Masuk Banjarbaru, Polres Sisir Tempat Nongkrong

by
11 Juli 2024
Anggota Polres Banjarbaru menyisir salah satu tempat nongkrong di Banjarbaru yaitu Taman Nol Kilometer. (Foto : Humas Polres/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Polres Banjarbaru menanggapi maraknya fenomena minuman oplosan yang terbuat dari campuran zenith carnophen dan kecubung.

Pasalnya sampai saat ini sudah memakan korban jiwa, mengantisipasi itu terjadi di Wilkum Polres Banjarbaru, berbagai satuan fungsi di Polres Banjarbaru melakukan upaya-upaya pencegahan dan menggelar patroli intensif.

“Sasaran utama patroli adalah tempat-tempat nongkrong yang sering dikunjungi oleh para pemuda dan masyarakat,” terang Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah, S.I.K., Rabu (10/7/2024).

Kapolres juga mengatakan deteksi dini juga dilakukan yaitu memantau lima Rumah Sakit yang ada di Kota Banjarbaru, menurutnya sampai dengan saat ini belum ada menerima pasien yang disinyalir mengkonsumsi obat – obatan zenith, buah kecubung dan miras oplosan.

~ Advertisements ~

“Kami tidak ingin tragedi di Kota Banjarbaru apalagi sampai memakan korban jiwa, oleh karena itu kami gencarkan patroli. Terutama di tempat-tempat nongkrong untuk mencegah peredaran dan konsumsi minuman oplosan maupun obat-obatan terlarang lainnya serta upaya pencegahan,” tegas Kapolres.

Petugas patroli menyisir berbagai lokasi, seperti taman, kafe, warung kopi dan pusat keramaian lainnya sementara upaya pencegahan kami lakukan dengan himbauan baik secara langsung maupun melalui media sosial.

~ Advertisements ~

“Edukasi terus kami berikan dimana minuman tersebut dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan otak, hilangnya kesadaran bahkan kematian,” ucapnya.

Kapolres berpesan, fenomena ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan peran serta dari berbagai pihak juga menjadi sangat penting untuk menjauhkan mereka dari bahaya minuman oplosan dan obat-obatan terlarang.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)