NEWSWAY.CO.ID, BANJARMASIN – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Kalimantan Selatan Periode 2024-2026 sukses menggelar Sidang Pleno I di Aula Hotel Batung Batulis, Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu, 14-16 Maret 2025, dengan tema Revitalisasi Peran Pengurus dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif dan Berintegritas.


Acara ini dihadiri oleh pengurus Badko HMI Kalimantan serta perwakilan cabang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Kandangan, Barabai, Amuntai, dan Tanjung.
di Pleno 1 tersebut Pengurus Badko HMI Kalsel menyampaikan Laporan Kerja Semester, dan juga para perwakilan pengurus cabang menyampaikan kondisi obyektif internal dan eksternal dicabangnya Masing-masing.
Selain itu juga hmi badko dan hmi cabang se kalsel menyampaikan terkait realisasi program kerja, dan proyeksi kedepannya.
Jalannya sidang Pleno 1 tersebut dipimpin oleh Rizky Akbar Oktaviano sebagai Presidium 1 dan Alitya Putra Maulidan Presidium 2, serta Pitriyana Presidium 3.
Ketua Umum Badko HMI Kalimantan Selatan, Abdi Aswadi, menyampaikan bahwa sidang pleno ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, baik untuk internal maupun eksternal organisasi.
“Rekomendasi yang diajukan mencakup evaluasi kondisi Badko dan cabang saat ini. Beberapa cabang perlu segera mendapatkan solusi,” ujarnya dalam wawancara dengan Newsway.co.id pada 16 Maret 2025.
Sidang pleno ini menghasilkan beberapa rekomendasi internal terkait kondisi cabang-cabang di Kalimantan Selatan.
Cabang Persiapan Tanjung dinilai telah memenuhi syarat untuk menjadi cabang penuh dan akan diusulkan dalam keputusan selanjutnya.
Sementara itu, Cabang Kota Baru-Tanah Bumbu direkomendasikan untuk segera mendapatkan tindakan penuh atau pengambilalihan karena belum melaksanakan pelantikan kepengurusan hingga saat ini.
Cabang Tanah Laut juga menjadi perhatian karena telah melewati batas waktu kepengurusan yang ditentukan, sehingga perlu segera dilakukan pergantian kepengurusan.
“Cabang-cabang ini harus segera diselesaikan. Jika tidak ada penyelesaian dalam waktu yang ditentukan, maka harus ada langkah konkret, termasuk kemungkinan pengambilalihan oleh pengurus yang lebih tinggi,” tegas Abdi.
Selain rekomendasi internal, sidang pleno juga membahas berbagai isu eksternal yang berkaitan dengan kondisi sosial, politik, dan pembangunan di Kalimantan Selatan.
Badko HMI Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berdampak pada masyarakat, terutama di bidang pendidikan, lingkungan, dan kepemudaan.
Sidang pleno ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-cabang serta memastikan kepemimpinan yang lebih solid dan berintegritas dalam organisasi.
Dengan berbagai rekomendasi yang telah disepakati, HMI Kalimantan Selatan diharapkan semakin berperan aktif dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan internal dan eksternal.
Dengan berakhirnya Sidang Pleno I ini, Badko HMI Kalimantan Selatan menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun kepemimpinan yang progresif, berintegritas, serta bermanfaat bagi umat dan bangsa.