Badrul Ain : Polemik Eksekutif dan Legislatif Mestinya Segera Disudahi, Kasihan Masyarakat

by
7 Agustus 2024
Tokoh LSM Kalsel, Badrul Ain. (Foto : Suroto/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Salah satu Pengamat Hukum dan Politik Kalimantan Selatan Badrul Ain Sanusi ternyata juga memperhatikan kisruh yang berkepanjangan antara lembaga Eksekutif dan Legislatif.

Bahkan dirinya juga mengaku mengikuti perkembangan para anggota DPRD Kabupaten Banjar dengan muncuatnya pro dan kontra hak angket tentang Kepala Dinas Sosial P3AP2KB.

“Saya jadi prihatin dengan kondisi di Kabupaten Banjar, kalau polemik antara legislatif dengan eksekutif tidak segera disudahi maka yang menjadi korban adalah masyarakat,” ujarnya kepada sejumlah media di kantornya jalan Mistar Cokrokusumo, Rabu (7/8/2024).

Ia melihat bahwa yang terjadi saat ini polemik terus berkelanjutan, mestinya menurut dia hal yang sudah baik itu ditingkatkan dan yang buruk jangan diperburuk atau diperuncing.

“Harusnya dua kubu yang berseberangan sama-sama ikhlas atau menahan diri untuk duduk bersama mencari solusi. Bukan malah saling menikam dan menusuk,” tegasnya.


Badrul juga mengingatkan bahwa sudah seharusnya Forkopimda Kabupaten Banjar tidak terkesan ditinggalkan terhadap kasus yang terjadi di DPRD Kabupaten Banjar.

Salah satu hal yang saat ini menjadi perhatian menurut Badrul adalah Pansus Hak Angket tentang Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, yang kabarnya baru-baru dilaporkan ke KPK.

“Mekanismenya terlalu cepat, mestinya ke tingkat lokal dulu kan ada APH seperti Kepolisian, Kejaksaan atau yang internal adalah Inspektorat. Memang tidak salah langsung ke tingkat pusat namun lebih elegan bila menghormati dan menghargai tingkatannya,” tambahnya.

Ia mengharapkan semua pihak bisa bersama-sama memperbaiki kekurangan yang ada untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Banjar.


“Saya pikir kepentingan masyarakat harus paling utama, bagaimana kondisi masyaralat kalau wakilnya saja di rumah rakyat dengan pemerintah tidak akur,” tambahnya lagi.


Menurutnya apa yang dilakukan Panaus Hak Angket melapor ke KPK tindakan overload atau berlebihan, ia menganggap bahwa para legislator tidak dipercaya lagi dengan institusi di bawahnya.

“Mestinya tingkat kepercayaan dengan instansi seperti Kejaksaan maupun Kepolisian tetap ada,” tegasnya lagi.

Badrul menegaskan jangan sampai eksekutif maupun legislatif membawa ego sektoral, atau bahkan ada upaya saling menjatuhkan satu sama lain.

“Kalau mereka sudah mengedepankan ego dan kekuasaan, khawatirnya rakyat justru semakin menderita.

Mestinya dua kubu harus melakukan pendekatan, kalau memang perlu tokoh agama yang turun, kenapa tidak. Asal endingnya adalah demi kebaikan bersama,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)