Banjarbaru Dorong Cempaka Jadi Living Museum, Minta Restu Kementerian Kebudayaan

7 Februari 2026
Wali Kota Banjarbaru bersama Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru, Usulkan Kecamatan Cempaka Menjadi Living Museum ke Kementerian Kebudayan. (Foto: Newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru melakukan langkah strategis dengan mengajukan usulan penetapan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Usulan tersebut disampaikan langsung dalam audiensi yang dihadiri Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menuturkan, audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam pengembangan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan kota. Menurutnya, Banjarbaru memiliki potensi sejarah dan budaya yang besar, khususnya di Cempaka, yang perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

“Pengembangan Cempaka sebagai Living Museum kami pandang penting, bukan hanya untuk menjaga warisan sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai pijakan Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional pada 2027,” ujarnya.

Erna Lisa juga menyampaikan, Pemerintah Kota Banjarbaru membutuhkan arahan serta dukungan kebijakan dari Kementerian Kebudayaan agar proses pengembangan kawasan budaya tersebut memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi regulasi maupun pendampingan teknis.

~ Advertisements ~

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyambut positif inisiatif Banjarbaru. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan.

“Cempaka memiliki nilai sejarah dan budaya yang autentik. Ini adalah modal besar untuk dikembangkan sebagai Living Museum. Kementerian siap memberikan dukungan dan pendampingan agar pengembangannya berjalan terencana dan berkesinambungan,” kata Fadli Zon.

Cempaka dikenal luas sebagai kawasan dengan tradisi pendulangan intan yang masih bertahan hingga kini, khususnya di wilayah Pumpung. Dari kawasan ini pula lahir temuan Intan Trisakti, intan mentah terbesar di Indonesia, yang menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah nasional.

Melalui konsep Living Museum, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap seluruh kekayaan sejarah, tradisi, dan nilai budaya di Cempaka dapat dihadirkan sebagai ruang hidup kebudayaan, sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, Banjarbaru optimistis Cempaka dapat berkembang menjadi kawasan budaya unggulan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan dinamika masa kini serta visi masa depan kota. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog