NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA — Kondisi banjir yang sempat merendam Desa Benteng, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, kini dilaporkan telah surut. Berdasarkan pantauan terbaru pada Senin (29/12/2025) sore, hampir seluruh wilayah desa sudah tidak lagi tergenang air dan warga mulai memasuki tahap pembersihan rumah.
Koordinator Desa Tangguh Bencana (Destana) Benteng, Akhmad Sarpa’i menyampaikan, hingga pukul 18.17 WITA kondisi di Desa Benteng sudah kering.
“Per hari ini, tanggal 29 Desember 2025 pukul 18.17 Wita, kondisi di Desa Benteng sudah kering. Air sudah habis, sekarang ini warga masih dalam masa pembersihan, membersihkan lumpur-lumpur yang masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat puncak banjir sebelumnya, ketinggian air di beberapa titik cukup ekstrem. Di badan jalan, genangan air tercatat mencapai antara 1,60 meter hingga 2 meter.
“Untuk di jalan, kemarin ketinggian air ada yang mencapai 1 meter 60 sentimeter, bahkan ada yang sampai 2 meter,” jelas Akhmad.
Sementara itu, di kawasan Pasar Pengaron, genangan air sempat berada di kisaran 140 hingga 150 sentimeter. Meski demikian, saat ini area pasar sudah sepenuhnya kering.
“Kalau di Pasar Pengaron, kemarin kurang lebih di angka 140 sampai 150 sentimeter. Sekarang sudah kering semua,” katanya.
Akhmad mengatakan, persoalan yang masih menjadi perhatian di kawasan pasar adalah penanganan sampah pascabanjir.
“Kalau di pasar kemungkinan masih soal sampah. Karena pasar kan punya pengelolaan tersendiri, mungkin nanti dari pihak pasar yang akan mengangkut sampah-sampah sisa banjir ini,” ungkapnya.
Untuk wilayah Desa Benteng sendiri, genangan air di RT 1, RT 2, dan RT 5 telah dinyatakan tidak ada lagi. Hasil pantauan alat pengukur menunjukkan sisa air hanya berada di sekitar bibir sungai.
“Di Desa Benteng, RT 1, RT 2, dan RT 5 sudah clear, tidak ada lagi genangan. Tadi di pengukur air sisa sekitar 60 sentimeter dan itu hanya di bibir sungai karena masih ada luapan sedikit,” terangnya.
Akhmad Sarpa’i juga melaporkan bahwa debit air Sungai Riam Kiwa di wilayah Pengaron terus mengalami penurunan, meski cuaca masih mendung disertai gerimis ringan.
“Debit air Sungai Riam Kiwa sudah menunjukkan penurunan atau surut, dengan kondisi cuaca mendung gerimis,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, Destana Benteng menyatakan kesiapsiagaan tetap dilakukan sembari membantu warga dalam proses pemulihan pascabanjir.(nw)
