NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Berjualan di bahu jalan dan di atas drainase, sejumlah pedagang kaki lima dari penjual buah durian hingga penjual es kelapa diberikan imbauan dan teguran, pedagang diminta menggeser barang dagangannya dan diingatkan untuk menyediakan lahan parkir bagi pembeli, di Jalan PM Noor, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Muhammad Mirhansyah mengatakan, masih banyak pedagang yang berjualan di ruang pemanfaatan jalan atau Rumaja, dari bahu jalan dan drainase.
“Kita hari ini memberikan himbauan kepada pedagang khususnya pedagang buah durian yang sudah terlihat di Jalan PM Noor,” katanya.
Mirhan menyebutkan pihaknya tidak ingin menghalangi para pedagang berjualan. Namun, para pedagang diminta untuk menjaga keselamatan berlalu lintas. Hal ini dikarenakan Jalan PM Noor Sungai Ulin saat ini sudah menjadi perlintasan utama kendaraan terutama dari arah Banjarmasin menuju Hulu Sungai.
“Karena ada beberapa pedagang yang berjualan di ruang pemanfaatan jalan serta akan terjadi parkir liar di bahu jalan, sehingga kita meminta agar pedagang durian menyediakan lahan parkir untuk pembeli,” jelasnya.
Disamping itu, ketika pelaksanaan pengajian rutin malam senin pada 5 Rajab di Sekumpul Martapura, di Jalan PM Noor diminta steril dari aktivitas baik dari pedagang kaki lima maupun aktivitas lainnya.
“Apalagi nanti ketia 5 Rajab, Jalan PM Noor akan digunakan sebagai salah satu jalan perlintasan sehingga diminta agar steril guna mempermudah jemaah nantinya,” tutupnya.
Sementara, salah seorang pedagang durian, Fahrurrazi mengaku menyambut baik imbauan petugas dan pihaknya bersedia untuk memundurkan lapak dagangannya guna memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
“Lapak nanti kita mundurkan secara bertahap,” akunya.
Selain itu, untuk lahan parkir, pihaknya telah menyediakan, karena hari pertama dan tidak ada petugas parkir sehingga banyak pembeli yang masih memarkir di bahu jalan.
“Biasanya ada petugas parkir dari warga, karena hari ini masih hari pertama jadi tidak ada, kalau lahan kami sudah ada untuk tempat parkir,” sebutnya.
Selain itu, ketika pelaksanaan pengajian rutin malam senin pada saat 5 Rajab nanti, Ia menyebut akan menutup lapak dagangannya tiga hari sebelum waktu pelaksanaan.
“Lima Rajab nanti akan tutup, karena kita ikut relawan juga,” tutupnya. (nw)
